Baca Buku Serasa Nikmati Pemandangan Alam, Konsep Taman Bacaan Masyarakat Ala Dinas Pendidikan OKU

Taman Bacaan Masyarakat di Baturaja mengusung konsep 3D demi membuat warga yang datang betah berlama-lama untuk membaca buku.

Penulis: Leni Juwita | Editor: Refly Permana
sripoku.com/leni
Taman Bacaan Masyarakat di Baturaja mengusung konsep 3D demi membuat warga yang datang betah berlama-lama untuk membaca buku. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Leni Juwita

SRIPOKU.COM, BATURAJA - Taman Bacaan Masyarakat di Baturaja mengusung konsep 3D demi membuat warga yang datang betah berlama-lama untuk membaca buku.

Taman Bacaan Masyarakat ini dibawah naungan Dinas Pendidikan OKU.

“TBM Konsep Eyecatching 3D ini dirancang multi fungsi, bisa jadi tempat membaca, selfie, dan refreshing bagi anak-anak,” kata Kepala Dinas Pendidikan OKU, D Teddy Meolwansyah SSTP MM MPd.

Terobosan ini memiliki tujuan untuk  menanamkan budaya gemar membaca pada anak-anak dan masyarakat umum.

Sudah disediakan meja dan kursi rak buku harus ditata menurut kategorinya  yang nyaman dilengkapi dengan alat pengatur suhu udara , yang semuanya dikamuflasekan mirip tumbuh-tumbuhan.

Menurut Teddy, sebuah taman baca bukan hanya menyediakan buku bagi pengunjungnya.

Tapi harus bisa menciptakan pengalaman yang mengesankan, kenyamanan dalam membaca juga harus diperhatikan.

Adapun lokasi TBM Konsep Eyecatching  3D, bangunannya terintegrasi dengan Gedung Sanggar Kegiatan Belajar Baturaja.

Selain menyajikan berbagai macam buku bacaan sesuai kebutuhan masyarakat, juga menjadi tempat favorit anak-anak berselfie.

Sebab bangunnya dirancang khusus istimewa dan mewah, dinding temboknya dilukis mirip miniatur hutan dengan nuansa hijau segar menangkap perhatian pengunjung.

Pengunjung akan nyaman berlama-lama di taman bacaan ini, diperbolehkan berselfy memenuhi hoby kekinian masyarakat yang senang berselfie dan mengunggah hasil jerteannya  di medsos.

Semuanya gratis, namun dimasa pandemi ini masih harus mematuhi prokes.   

Dikesmepatan itu Kadisidk OKU H Teddy Meilwansyah SSTP MM MPd menjelaskan, ide membuka TBM konsep Eyecatching  3D terobsesi ingin  menghadirkan sesuatu yang berbeda  didunia TBM.

“Kita pengen mengahdirkan TBM yang luar biasa , apalagi ini hadiah karena kita berhasil  menurunkan Angka Buta Aksara dapat penghargaan Anugrah Aksara,” terang Teddy .

Dikatakan Teddy. TBM ini merupakan bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI  yang diresmikan oleh Bupati OKU Drs H Kuryana Azis  dipenghujung jabatannya .

TBM Konsep Eyecatching  3D  ini menurut Teddy bagunnya terintegrasi dengan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar)  yang memilik fasilitas taman bermain, gazebo, atau aula untuk berbagai kegiatan.

Di SKB ini juga memiliki program Life Skill seperti pelatihan komputer, pembuatan batik khas OKU, Pembuatan Souvenir, praktek tata boga, bahkan kini sudah dibuka PAUD SKB Khusus untuk anak yatim piatu dan kurang mampu. 

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved