Erick Thohir Minta Pemda Dukung Program Makmur Pupuk Indonesia di Sumatera Selatan
Menteri BUMN Erick Thohir meminta pemerintah daerah (Pemda) mendukung program Makmur Pupuk Indonesia.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Menteri BUMN Erick Thohir meminta pemerintah daerah (Pemda) mendukung program Makmur Pupuk Indonesia.
Dukungan yang bisa dilakukan pemda ditujukan kepada infrastruktur penunjang pertanian tanah air.
Saat ini, Program Makmur diimplementasikan di Desa Sukadamai, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel).
Staf Khusus III Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, dukungan pemda akan bermanfaat pada produktivitas pertanian di wilayah Sumsel.
Bahkan, dukungan pemda akan melengkapi program singkatan Mari Kita Majukan Usaha Rakyat yang telah diimplementasi dibanyak wilayah.
"Tadi juga ada keluhan sebenarnya, bahwa mereka butuh air dan mereka ini terhambat sehingga airnya agak asam, sehingga kita membutuhkan bantuan dari pemerintah daerah. Karena kita harapkan dengan cara bantuan yang diberikan BUMN di support pemerintah daerah sehingga saling mendukung program yang dibangun pemerintah pusat khususnya BUMN dengan pemerintah daerah jadi saling terkait," kata Arya.
Arya mengatakan bahwa saat ini program Makmur diimplementasikan di atas lahan sekitat 25 hektar dengan komoditas jagung. Petani yang masuk program *berasal* dari kelompok tani sidomukti.
Arya mengaku para petani yang tergabung di kelompok tani sidomukti telah merasakan manfaat program Makmur.
Pasalnya, program Makmur memberikan ekosistem lengkap yang bertujuan meningkatkan produktivitas hingga penghasilan petani.
Ekosistem di sini menghubungkan petani dengan pihak project leader, asuransi, lembaga keuangan, teknologi pertanian, pemerintah daerah, agro input, ketersediaan pupuk non subsidi, dan offtaker.
"Jadi mudah-mudahan dengan program yang kita berikan mereka dapat bantuan dana, bibit terbaik, pupuk terbaik, pestisida terbaik kemudian ada peminjaman sewa alatnya, ada juga asuransinya ini akan mutar dan ada offtakernya dan ini pendanaannya dari perbankan. Jadi ini adalah proses yang kita harapkan bisa baik untuk Desa Sukadamai," kata Arya.
Sementara Tatang, seorang petani dari kelompok tani sidomukti mengungkapkan bahwa telah bergabung program Makmur sejak tahun 2020.
Selama mengikuti program, produktivitas pertaniannya meningkat. Bahkan dirinya mengaku tidak lagi bergantung pada pupuk subsidi dalam melakukan penanaman.
"Dengan adanya program Makmur, saya bergabung *alhamdulillah* saya bisa bandingkan antara pemakaian pupuk program Makmur. Yang menggunakan program Makmur mencapai 9,3 ton per hektar, yang sebelumnya sekitar 8,4 ton per hektar," kata Tatang.
Pupuk Indonesia menugaskan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang menjadi project leader program Makmur di Provinsi Sumatera Selatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/menteri-bumn-erick-thohir-melalui-staf-khusus-iii-menteri-bumn-arya-sinulinggameminta-pemda.jpg)