Berita Selebriti

Dulu Koar-koar Mau Balas Dendam Pas Bebas, Saipul Jamil Buat Heboh tak Sudi Dicap Pedofil:Penghinaan

Saipul Jamil pernah mengaku kecewa dan sakit hati lantaran para sahabatnya lebih mementingkan pekerjaan, ketimbang persahabatannya.

Tayang:
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Fadhila Rahma
Youtube
Saipul Jamil 

Menurut Ipul, dukungan dari teman-teman terdekat bisa meringankan beban para artis yang tengah menjalani hukuman di penjara.

"Cara balas dendamnya gitu, bukan balas dendam dengan ngomelin orang yang lupa (teman)."

"Justru balas dendamnya saya mau ngunjungin mana teman-teman artis yang masuk penjara?"

"Saya datangin, saya sambangin dia, saya bawain makanan," ungkap Saipul Jamil.

"Kenapa? Perlu banget support secara kedatangan (teman) gitu," pungkasnya. 

Saipul Jamil ubah gaya rambut
Saipul Jamil ubah gaya rambut (Kolase Instagram)

Baca juga: Saipul Jamil Gabung ke Partai Politik yang Didirikan Pengacara Farhat Abbas, Ini Nama Partainya!

Baca juga: Bebas tapi Diboikot, Diam-diam Saipul Jamil Bakal Balas Dendam kepada Orang Ini, Sakit Hatinya Bocor

Dulu ngotot mau balas dendam, kini Saipul Jamil bikin heboh lantaran tak mau disebut pedofil.

Lewat akun Instagramnya, Saipul Jamil memberikan ultimatum keras bagi siapa saja yang berani menghinanya dengan sebutan itu.

Ia mengunggah surat klarifikasi dan pernyataan sikap di akun Instagramnya beberapa hari lalu.

Surat tersebut ditujuan untuk masyarakat Indonesia, tokoh publik dan pejabat pemerintah serta media nasional.

Pria kelahiran Serang ini menuliskan ada lima poin penting yang berlu dipahami.

Termasuk soal glorifikasi hingga keberatannya karena dilabeli pedofil hingga predator seks.

Ia sendiri juga menyebut telah mendapatkan balasan atas perlakuan tidak tepatnya di masa lalu.

"Bahwa saya menghimbau dan meminta untuk semua lapisan masyarakat menghormati proses hukum yang sudah berlaku,

dan tidak lagi mengaitkan saya dengan tuduhan, hinaan, cercaan, candaan yang mengarah kepada pelanggaran hukum terhadap hak saya,

baik dengan sebutan sebutan glorifikasi, pedofil, predator seksual terhadap anak, dan hal lain

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved