Breaking News:

Datang ke Palembang, Erick Thohir Isyarat Bakal Kembali Merampingkan BUMN, "Saya Ingin Bersih'

Wacana perampingan sejumlah BUMN tersebut diakui Erick Thohir sebagai upaya mengantisipasi perubahan model bisnis di masa pandemi dan pasca pandemi

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Odi Aria Saputra
Menteri Erick saat ngobrol bareng awak media di Hotel Arista Palembang, Minggu (24/10/2021). “Kadang-kadang persepsinya BUMN itu korup, ya tergantung. Selama kepemimpinan kita, semua kasus KPK, Kejaksaan, kan tidak ada, ada tapi yang lama. Saya ingin memastikan loyalitas mereka. Saya ingin BUMN dan Kementerian BUMN saat ini bersih," harap Erick. (Oca) 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberi isyarat bakal kembali merampingkan daftar perusahaan pelat merah yang ada di Tanah Air.

Saat ini, ada 41 BUMN yang masih konsisten dan beroperasi di Indonesia. 

Wacana perampingan sejumlah BUMN tersebut diakui Erick Thohir sebagai upaya mengantisipasi perubahan model bisnis di masa pandemi dan pasca pandemi Covid-19.

"Kita sudah lakukan perampingan sebelumnya, untuk perampingan lagu dimungkinkan (nanti). Tergantung situasi industrinya jadi yes dimungkinkan," kata Erick saat ngobrol bareng awak media di Hotel Arista Palembang,  Minggu (24/10/2021).

Dijelaskannya, perampingan BUMN ini tidak semata hanya dikarenakan perusahaan pelat merah itu tidak menghasilkan defiden saja. Sebab, ada BUMN yang melayani publik service. Seperti KAI dan Pelni. 

Menurut mantan bos Intermilan tersebut, untuk sejumlah BUMN memang tidak masalah jika harus mendapat PSO (public service obligation) bersubsidi dari pemerintah.

"Seperti kebijakan subsidi untuk BBM motor dan mobil. Asal subsidinya tepat sasaran. Presiden kedepan maunya subsidi tepat sasaran. Seperti contoh lain, kebijakan subsidi pupuk tepat sasaran. Kita tidak mau BUMN yang menerima subsidi, namun BUMN dituntut tetap maksimal dan fokus untuk kinerjanya," jelas Erick. 

Ia membeberkan, pihaknya saat ini fokus pada upaya memperbaiki ekosistem bisnis model supaya perusahaan pelat merah itu dapat lebih ekspert dibidangnya.

Tujuan dari penggabungan BUMN adalah untuk persaingan global. Apalagi, saat ini bukan lagi era biasa namun sudah masuk ke era digital shingga perlu adanya inovasi baru.

Erick menyebut, saat ini transformasi BUMN melalui lima prioritas utama Kementerian BUMN. Yakni restrukturisasi model dan bisnis melalui pembangunan ekosistem dan fokus pada core bisnis. Kemudian pengembangan teknologi dan digitalisasi seperti big data, artificial intelligence dan sebagainya. 

Kemudian, keseimbangan antara nilai ekonomi sebagai korporasi dengan fungsi pelayanan publik, menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan bisnis proses yang baik. 

“Kadang-kadang persepsinya BUMN itu korup, ya tergantung. Selama kepemimpinan kita, semua kasus KPK, Kejaksaan, kan tidak ada, ada tapi yang lama. Saya ingin memastikan loyalitas mereka. Saya ingin BUMN dan Kementerian BUMN saat ini bersih," harap Erick.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved