Breaking News:

Sidang Dugaan Korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Manager PT Brantas Abipraya: Pembangunan Dimulai 2016

Dua terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, kembali jalani sidang.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/chairul nisyah
Terdakwa Yudi Arminto (Kemeja Lengan Pendek) saat hadir sebagau saksi dalam sidang dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya, (13/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Dua terdakwa kasus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya, Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi, kembali jalani sidang.

Pada sidang tatap muka yang diketuai oleh hakim Abdul Azis, JPU Kejati Sumsel mengahadirkan tiga orang saksi yakni, Bendahara Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Zainal Berlian, Sekretaris Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya Lumasia, dan Proyek Manager PT Brantas Abipraya, terdakwa Yudi Arminto.

Dalam keterangannya dihadapan majelis hakim terdakwa Yudi Arminto mengatakan bahwasanya pembangunan Masjid Raya Sriwijaya telah dimulai sejak tahun 2016.

Ditahun 2016 pembangunan masjid mulai dilakukan dengan memasang pancang pondasi dengan ukuran 500x500 cm.

"Selain itu juga ada penimbunan tanah seluas 2 hektar di lokasi tempat masjid akan dibangun. Setiap uang yang digunakan untuk pembangunan tersebut ada laporan pertangung jawabanya," ujar saksi terdakwa Yudi Arminto dihadapan majelis hakim, Rabu (13/10/2021).

Dirinya menjelaskan tahun 2017 sampai pada pembanguan tiang pilar. 

Hingga saat berita ini diterbitkan sidang masih terus berjalan.

Untuk diketahui hingga saat ini, Kejaksaan Tinggi Sumsel telah menetapkan 12 tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Raya Sriwijaya.

Yakni, Eddy Hermanto, Syarifuddin, Dwi Kridayani, Yudi Arminto, Mukti Sulaiman, Ahmad Nasuhi, Alex Noerdin, Mudai Madang, Laonma PL Tobing, Agustinus Antoni, Loka Sangganegara, dan Ahmad Najib.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved