Breaking News:

Berita Banyuasin

Seorang ASN di Banyuasin Ditemukan tak Bernyawa di Rumah Kontrakan, Warga Cium Aroma yang tak Biasa

Lurah Kedondong Raye Rusli Hanafiah ketika dikonfirmasi, penemuan mayat di dalam kontrakan milik warga diketahui bernama HF (36).

Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi mayat 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Penasaran mencium bau yang tidak sedap di salah satu kontrakan yang ada di kawasan Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin, warga sekitar memberitahu pemilik kontrakan agar mengecek.

Dari laporan tersebut, pemilik kontrakan memutuskan untuk mengecek kontrakan yang dihuni HF. Saat di cek, ternyata terlihat HF sudah ditemukan dalam kondisi meninggal.

Selain itu, kondisi korban juga sudah mengeluarkan bau tidak sedap.

Lurah Kedondong Raye Rusli Hanafiah ketika dikonfirmasi, penemuan mayat di dalam kontrakan milik warga diketahui bernama HF (36).

Korban merupakan ASN salah satu kantor pemerintahan di wilayah Kabupaten Banyuasin.

"Warga sekitar mencium bau yang tidak sedap, sehingga memberitahu  pemilik kontrakan agar di cek. Ternyata, saat pintu dibuka di dalam kontrakan si HF ini ditemukan sudah meninggal," katanya, Selasa (12/10/2021).

Hal tersebut, langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Belum diketahui secara pasti, penyebab kematian korban.

Sehingga, dari tim Identifikasi Polres Banyuasin membawa mayat korban ke RSUD Banyuasin untuk dilakukan visum.

"Sudah ada keluarga korban yang datang. Keluarga sempat mengungkapkan, bila si korban ini  menderita sakit. Belum tahu juga sakit atau tidak, itu kewenangan polisi nanti yang menjelaskan," katanya.

Kasat Reskrim Polres Banyuasin M Ikang Ade Putra membenarkan adanya penemuan mayat perempuan yang sudah membusuk di dalam rumah kontrakan.

Dari laporan warga, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

"Sementara, dari olah tempat kejadian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban. Dari keterangan sementara, korban ini ada penyakit. Tetapi, kami masih menunggu keterangan dari pihak rumah sakit," ujar Ikang.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan di lokasi kejadian, korban diduga telah meninggal sekitar 3 sampai 4 hari.

"Kami masih akan meminta keterangan saksi-saksi, termasuk keluarga. Sehingga, bisa secara pasti penyebab kematian korban," pungkas Ikang.(ard/TS)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved