Breaking News:

'Negara Senang atau Tidak', Kubu AHY Tuding Yusril Gugat AD/ART Demokrat Pakai Cara Hitler

"Maka diduga kuat cara pikir ini berasal dari cara pikir totalitarian ala Hitler," kata Benny salam jumpa pers di DPP Partai Demokrat

Editor: Yandi Triansyah
(KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)
Wakil Ketua Komisi III dari Fraksi Partai Demokrat, Benny K Harman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/4/2017). 

SRIPOKU.COM - Partai Demokrat kubu Agus Harimurti (AHY) menduga apa yang dilakukan kuasa hukum Moeldoko yakni Yusril Ihza Mahendra yang mengajukan Judical review ke MA memakai cara pikir Adolf Hitler.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Benny Kabur Harman.

Hal ini kata Benny berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya soal asal usul terori yang dipakai oleh Yusril.

"Maka diduga kuat cara pikir ini berasal dari cara pikir totalitarian ala Hitler," kata Benny salam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakpus, Senin (11/10/2021).

Secara ringkas Benny menjelaskan bahwa JR AD/ART yang diajukan Yusril hanya ingin mneguji apakah negara senang atau tidak dengan organisasi sipil.

"Dalam cari pikir hukum Hitler, itu yang dikehendaki oleh negara harus diikuti oleh semua organisasi sipil," katanya.

"Semua yang dilakukan oleh rakyat harus diuji, apakah negara senang atau tidak senang, dan ini yang mau dilakukan oleh Yusril," tambah Benny.

Dia bahkan meragukan apa yang selama ini disampaikan Yusril untuk mengajukan gugatan sebagai atas nama demokrasi.

"Dalam kaitan dengan itu, kami menduga yang dilakukan Yusril ini tidak bersifat nonpartisan, kalau dia mendengung-dengungkan atas nama demokrasi, tidak," katanya

"Dia bekerja atas nama hidden power, ada invisible power yang bekerja dengan tujuan untuk mencaplok Partai Demokrat secara ilegal atas nama hukum dan atas nama demokrasi. Tidak ada penjelasan lain," pungkas Legislator Komisi III DPR RI itu.

Diberitakan, empat mantan kader Partai Demokrat menggandeng advokat Yusril Ihza Mahendra untuk mengajukan JR atas AD/ART Partai Demokrat ke MA dengan termohon Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Yusril mengatakan, MA mesti melakukan terobosan hukum untuk memeriksa, mengadili dan memutus apakah AD/ART Partai Demokrat Tahun 2020 bertentangan dengan undang-undang atau tidak.

Ia pun membeberkan sejumlah hal yang perlu diuji misalnya soal kewenangan Majelis Tinggi Partai serta ketentuan soal syarat menggelar KLB yang harus disetujui oleh Majelis Tinggi Partai.

"Kami berpendapat bahwa pengujian AD/ART Partai Demokrat ke Mahkamah Agung ini sangat penting dalam membangun demokrasi yang sehat di negara kita," kata Yusril.

https://www.tribunnews.com/nasional/2021/10/11/benny-kabur-harman-duga-yusril-ihza-pakai-pola-pikir-hitler-ajukan-gugatan-adart-demokrat?page=2

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved