Breaking News:

Berita Palembang

Unit Ranmor Polrestabes Palembang Gelar Rekonstruksi Kasus Penghilangan Nyawa Menggunakan Cangkul

Rekonstruksi sebanyak 19 adegan itu digelar di halaman Polrestabes Palembang dan melibatkan langsung pelaku yakni Darwin alias Sangkut (42).

Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA
Rekonstruksi tindakan kekerasan dengan korban Anwar digelar di halaman Polrestabes Palembang dipimpin langsung oleh Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismal, Sabtu (9/10/2021). Korban dianiaya menggunakan cangkul hingga meninggal dunia. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Anggota Unit Ranmor Polrestabes Palembang menggelar rekonstruksi kasus kekerasan fisik terhadap Anwar (55) hingga menyebabkan korban meninggal dunia, Sabtu (9/10/2021).

Rekonstruksi sebanyak 19 adegan itu digelar di halaman Polrestabes Palembang dan melibatkan langsung pelaku yakni Darwin alias Sangkut (42).

Sangkut sendiri merupakan tetangga dari Anwar.

Peristiwa penghilangan nyawa itu terjadi di Jalan KH Wahid Hasyim, Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan SU I Palembang Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (22/9/2021).

Pelaku menghabisi korban menggunakan sebuah cangkul.

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor, Iptu Irsan Ismail mengatakan bahwa rekonstruksi yang digelar untuk melengkapi berkas dan juga mencari kebenaran terhadap keterangan baik dari pelaku hingga saksi-saksi di lapangan.

"Jadi ada 19 adegan yang kita libatkan langsung pelaku dan saksi-saksi di lapangan. Hasilnya nanti sebagai pelengkap berkas tahap satu yang diserahkan ke kejaksaan," katanya.

“Untuk motif dendam. Sebelumnya pelaku kesal karena dimaki korban saat pelaku meminta uang kepada korban. Saat melihat korban duduk sendirian di TKP timbul niat untuk melakukan aksinya,” jelasnya.

Dikatakan Tri Wahyudi, untuk barang bukti sudah diamankan berupa satu buah alat cangkul dan satu buah topi warna abu abu.

"Atas ulahnya pelaku kita jerat Pasal 338 KUHP subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP ancaman penjara di atas 8 tahun," ujarnya.

Sementara itu kakak korban, H Badar, yang dimintai komentarnya seusai rekonstruksi mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan sesuai dengan apa kejadian yang sebenarnya.

"Kita berharap pelaku dapat dihukum seberat-beratnya sesuai dengan kejahatannya dan bila perlu hukuman mati," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved