Breaking News:

Berita Palembang

Buruh Bangunan di Palembang Ini Ayunkan Parangnya ke Tetangga, Gara-gara Istri tak Kunjung Pulang

RU (43), warga Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang, pelaku pembacokan terhadap UM (47), mengaku nekat membacok tetangganya lantaran motif asmara

Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Odi Aria Saputra
Tersangka RU saat dihadirkan dalam rilis di Jatanras Polda Sumsel, Kamis (7/10/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - RU (43), warga Pakjo Kecamatan Ilir Barat I Palembang, pelaku pembacokan terhadap UM (47), mengaku nekat membacok tetangganya sendiri lantaran motif asmara.

Pelaku merasa dendam dengan UM, yak tak lain adalah ayah kandung dari A pelaku yang diduga membawa kabur istri korban. Dimana sudah tiga bulan, istri tersangka dan A tak kunjung pulang.

"Sudah berbulan-bulan Istri saya  meninggalkan ketiga anak kami  dan kabur bersama A. Saya kasihan dengan anak-anak," kata RU saat diamankan di Polda Sumsel, Kamis (7/10/2021). 

Tersangka mengaku, sangat dendam atas perbuatan anak korban yang kabur bersama istrinya.  Dia tak habis pikir sang istri sampai hati meninggalkan anak bungsu mereka yang masih berusia 7 tahun. 

Dengan rasa dendam yang teramat sangat, tersangka lalu membulatkan tekat untuk melukai selingkuhan istrinya.

Dia mengaku, selama tiga bulan selalu membawa celurit dan  mendatangi sejumlah tempat  berharap bisa bertemu A untuk melampiaskan kekesalannya.

"Saya berharap bisa ketemu sama A. Sakit hati saya sama dia, sudah lama saya bawa celurit," jelasnya.

Nahas disaat hari kejadian, tersangka yang baru saja mengantar anaknya pergi sekolah, secara tidak sengaja melihat korban sedang mengantar cucunya.  Cucu tersebut tak lain merupakan anak A, selingkuhan istri tersangka. 

Dibalut rasa dendam yang tak kunjung tersampaikan membuat tersangka nekat melukai UM ayah A. Meski UM tak terlibat dalam persoalan yang terjadi, RU tetap saja membacok korban membabi buta.

"Harapan saya, kalau lukai ayahnya, anaknya bisa keluar. Otomatis istri saya juga keluar. Saya mau kembalikan anak kami ke dia biar mereka ketemu lagi," jelas Rudi.

Tersangka mengungkapkan, perselingkuhan antara anak korban dan istrinya ternyata pernah ditangani Polrestabes Palembang dengan melakukan penggerebekan. 

Hal ini dilakukan setelah anak tersangka yang paling tua melaporkan perselingkuhan ibu kandungnya sendiri. 

Diakuinya, biduk rumah tangga dengan istrinya memang sudah sering terjadi pertengkaran.

Salah satu penyebabnya karena dia jarang memberi nafkah lantaran uang hasilnya bekerja sebagai buruh bangunan sering habis begitu saja akibat membeli minuman keras.

"Kalau istri saya sudah tidak mau sama saya ya sudah. Jangan anak yang ditinggalkan. Kasihan anak kami masih kecil," bebernya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved