Breaking News:

Berita Palembang

Rencana Pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Ternyata tak Pernah Dibahas di Divisi Pembangunan

Isnaini Madani mengaku rencana pembangunan Masjid Sriwijaya tidak pernah dibahas di Divisi Rencana Pembangunan Masjid tersebut.

Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM / Chairul Nisyah
Saksi sidang karus dugaan korupsi Masjid Raya Sriwijaya Isnaini Madani saat menghadiri sidang, Senin (4/10/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ketua Divisi Perencanaan Masjid Sriwijaya, Isnaini Madani mengaku rencana pembangunan Masjid Sriwijaya tidak pernah dibahas di Divisi Rencana Pembangunan Masjid tersebut.

Hal ini disampaikan Isnaini saat menjadi saksi sidang kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Raya Sriwijaya atas terdakwa Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi.

Sidang tersebut digelar di Pengadilan Tipikor Palembang, Senin (4/10/2021).

Pada sidang tersebut JPU menghadirkan tiga orang saksi, yakni Aminuddin selaku Wakil Ketua Divisi Perencanaan Masjid Sriwijaya, Isnaini Madani, selaku Ketua Divisi Perencanaan Masjid Sriwijaya, dan Muhammad Rudyana Wahyudi pihak dari BPN Sumsel.

Dalam persidangan ketiga saksi secara bergantian dimintai keterangannya oleh majelis hakim, yang diketuai oleh Hakim Abdul Azis SH MH.

Isnaini Madani menjelaskan pada mejelis hakim bahwasanya dirinya tidak pernah menerima SK selaku Ketua Divisi Perencanaan Pembangunan Masjid Sriwijaya.

"Tapi saat diperiksa penyidik saya baru tau jika saya punya SK menjadi Ketua Divisi Perencanaan Pembangunan Masjid Sriwijaya," jelas Isnaini dalam sidang.

Selain itu dirinya mengatakan bahwa memang benar dirinya pernah diundang untuk mengikuti sebuah rapat oleh pihak Yayasan Wakaf Masjid Sriwijaya.

"Namun karena kondisi keadaan tempat tidak memadai saya rasa rapat itu tidak terjadi. Tapi ternyata ada notulennya, dan saya tidak tahu itu," jelasnya.

Disingung mengenai apakah dirinya ada menerima honor dalam rapat tersebut dan atas penunjukan dirinya sebagai Ketua Divisi Perencanaan pembangunan, Isnaini Madani menjawab tegas jika tidak ada honor yang diterimanya atas hal tersebut.

"Setelah itu saya tidak pernah mendapat undangan rapat lagi. Mengenai pelaksanaan pembangunan itu jadi atau tidak, saya tidak tahu," ujar Isnaini di hadapan majelis hakim.

Kembali disingung oleh majelis hakim mengenai SK penunjukan selaku Ketua Devisi Pembangunan Masjid, Isnaini mengatakan jika dirinya mengetahui bahwa dirinya memiliki pertangung jawaban kepada, Mantan Ketua Umum Yayasan Masjid Sriwijaya, Almarhum Zamzami Ahmad dan Mantan Sekertaris Yayasan Masjid Sriwijaya Marwah M Diah.

"Namun untuk itu, saya tidak pernah memberikan laporan apapun terkait perencanaan pembangunan. Karena saya tidak pernah terima SK, dan saya tidak pernah ikut atau mengadakan rapat mengenai rapat perencanaan pembangunan yang dimaksud," jelas Isnaini Madani.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved