G30S PKI
"GO to Hell," Makian Soekarno Bikin Malu AS, Gelar Operasi Senyap Singkirkan Komunis di Indonesia
Dari banyak teori soal peristiwa G30S, salah satunya menyebut keterlibatan Amerika Serikat melalui CIA.
Kemudian, Amerika disebut memberikan bantuan yang disamarkan kepada Angkatan Darat, termasuk menurunkan peralatan komunikasi yang sangat maju.
Marshall Green pernah mengadakan pertemuan rahasia dengan Adam Malik, agen CIA McAvoy, dan Soeharto.
Adam Malik saat itu adalah Duta Besar Indonesia di Rusia yang dipecat oleh Soekarno. Keempatnya bicara soal membebaskan Indonesia dari komunisme.
Pasalnya, Soekarno dianggap terlalu lemah dalam menangani PKI.
"Saya memerintahkan agar ke-14 walkie talkie yang ada di Kedutaan Besar untuk keadaan darurat diserahkan kepada Soekarno... Ini untuk keamanan internal tambahan bagi dia dan pejabat terasnya sendiri," kata Green.
Peralatan itu disebut sekaligus jadi alat sadap Kedubes AS.
Sementara untuk menyembunyikan dukungan AS bagi Soeharto pada tahap awal, Angkatan Darat diberi pasokan medis senilai 500.000 dolar AS yang bisa dijadikan uang tunai.
Selain itu, atas saran Green, Adam Malik secara diam-diam juga akan diberi uang. Green menulis sebuah telegram ke pemerintahnya yang berbunyi, "Keinginan kami untuk membantunya dengan cara ini, menurut saya akan menggambarkan dukungan kami atas perannya dalam upaya tentara yang anti-PKI, dan meningkatkan hubungan kerja sama yang baik antara dia dan tentara.
"Kemungkinan bahwa dukungan kami akan terdeteksi atau terungkap sangat minimal," ujarnya.
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Keterlibatan Organisasi Rahasia Amerika Dalam G30S, Singkirkan Soekarno dan Kambing Hitamkan PKI