Breaking News:

Berikut Syarat Untuk Ikut Pemutihan Pajak Pembebasan Pajak Kendaraan Bermotor Progresif di Sumsel

Syarat untuk bisa ikut pemutihan pajak pembebasan pajak kendaraan bermotor progresif yaitu, bawa STNK asli, SKPD asli, KTP asli, dan KK asli

Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Odi Aria
Wajib Pajak tengah mengantre untuk membayar pajak kendaraan di kantor Samsat Palembang 1. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Mulai hari ini, Jumat (1/10/2021) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel memberikan keringanan pajak kendaraan bermotor untuk masyarakat Sumsel.

Keringanan pajak kendaraan bermotor ini berupa, pembebasan pajak kendaraan bermotor progresif. Lalu penghapusan sanksi administrasi denda bunga pajak kendaraan bermotor dan denda bunga bea balik nama kendaraan bermotor.

"Untuk pembebasan pajak progresif dilakukan bagi Wajib Pajak (WP) yang memiliki kendaraan mobil lebih dari satu," kata Kepala Bapenda Provinsi Sumsel Neng Muhaibah, Jumat (1/10/2021).

Menurutnya, kenapa pada tahun ini pajak progresif juga dilakukan? alasanya banyak WP di Sumsel khususnya kota Palembang merupakan seorang driver online, baik ojek online(Ojol) ataupun taksi online (Taksol).

"Bukan hanya orang mampu yang memiliki lebih dari satu kendaraan, karena ada juga yang bekerja sebagai Ojol atau Taksol yang biasanya memiliki lebih dari satu kendaraan," katanya.

Menurut Neng, selama masa pandemi pendapatan dari driver online berkurang. Oleh karena itu Gubernur Sumsel Herman Deru ingin memberikan keringan pajak progresif ini juga.

"Untuk pembebasan pajak kendaraan bermotor progresif ini memang yang terbaru kita programkan. Harapannya dengan program ini dapat meringankan beban WP," katanya.

Menurut Neng, kenapa pemutihan pajak kendaraan ini baru dilakukan saat ini, sebab dari awal tahun dipelajari dulu trend perekonomian yang ada saat ini. 

"Setelah dipelajari ternyata kita perlu melakukan pemutihan pajak ini. Sebab selain untuk membantu WP yang terdampak Covid-19 juga untuk membantun Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang tengah di canangkan," katanya.

Sementara itu keringanan pajak kendaraan bermotor atau pemutihan pajak ini berlaku dari 1 Oktober sampai 31 Desember 2021. Untuk dihari pertama masih terlihat biasa-biasa saja.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved