'Papa, Apa Salah Adek' Nasution ke Ade Irma Nasution Engkau Gugur sebagai Perisai Ayahmu
"Papa apa salah adek?" Ade Irma Suryani tak pernah menerima jawaban atas pertanyaan itu.
SRIPOKU.COM - Tubuh Ade Irma Suryani mendadak lemah usai tubuhnya terluka.
Ia tidak tahu apa yang sedang terjadi sebenarnya, namun tembakan itu telah merobek punggung hingga peluru menembus limpa.
Enam hari bertahan dari luka tembakan itu, Ade Irma Nasution gugur saat usianya baru menginjak lima tahun.
Namun ada pertanyaan sang bocah yang sampai saat ini belum pernah terjawab.
Pertanyaan itu diabadikan melalui tulisan di lukisan Ade Irma Auryani dengan latar belakang Jenderal Besar Abdul Haris Nasution di Museum Jenderal AH Nasution di Jalan Teuku Umar Menteng.
"Papa apa salah adek?"
Ade Irma Suryani tak pernah menerima jawaban atas pertanyaan itu.
Nama Ade Irma Suryani Nasution tak bisa dipisahkan dari sejarah kelam Indonesia.
Ia menjadi salah seorang korban dalam tragedi G30S/PKI.
Pasukan Cakrabirawa yang masuk ke rumahnya untuk menangkap sang ayah yakni Jenderal Nasution.
Namun peluru pasukan Cakrabirawa bersarang di tubuhnya.
Dalam peristiwa yang terjadi pada 1 Oktober 1965 sekitar pukul 03.45 tersebut, ajudan AH Nasution, Lettu Pierre Tendean juga ikut menjadi korban. Ia diculik lalu dibunuh di Lubang Buaya.
AH Nasution yang selamat dalam peristiwa itu melukiskan perasaannya lewat sebaris kalimat yang tertulis di nisan Ade Irma.
"Anak Saja jang tertjinta. Engkau telah mendahului gugur sebagai perisai Ajahmu"
Apa yang sebenarnya terjadi saat itu?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ade1.jpg)