Breaking News:

Dampak Covid-19, Hotel dan Mall Banyak Ajukan Penurunan Daya, Ini Kata GM PLN UIW S2JB

Berikut dampak PPKM khususnya di kota Palembang, pihaknya banyak menerima pengajuan penurunan daya listrik dari hotel dan mall yang ada.

Editor: adi kurniawan
ho/sripoku.com
Petugas PLN tengah melakukan perbaikan instalasi listrik 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumsel, Jambi dan Bengkulu (S2JB) mengungkapkan, jika selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) khususnya di kota Palembang, pihaknya banyak menerima pengajuan penurunan daya listrik.dari hotel dan mall yang ada.

Hal ini diungkapkan GM PLN UIW S2JB Bambang Dwiyanto, disela- sela media Gathering dalam rangka mempererat silahturahmi dan meningkatkan engagement antara PT PLN (Persero) dengan rekan- rekan media di Provinsi Sumsel, Jambi dan Bengkulu dengan tema "Bravo: Built Relations To Deliver Valuble Information" di Hotel Santika Premiere Bandara Palembang, Rabu (29/9/2021).

Menurut Bambang, pihaknya pun melakukan kegiatan Gathering di Hotel, karena ingin membantu menggerakan ekonomi yang ada ditengah gempuran Covid-19 selama ini. Dimana hotel salah satunya sangat terdampak.

"Kami memahami juga hotel dan mall itu pelanggan kami, kalau mereka terdampak PPKM jelas kami juga terdampak."

"Dimana beberapa mall dan hotel saat ini mengajukan permintaan turun daya sementara yang harus bisa dipahami dan diterima, apalagi saat PPKM level empat lalu tingkat kunjungan menurun," katanya.

Bambang mengatakan silahturahmi secara tatap muka ini sudah lama tidak dilakukan sejak massa pandemi Covid-19, dan pelaksanaan silahturahmi tersebut tetap dilakukan sesuai protokol kesehatan (Prokes) 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan dengan sabun).

"Media Gathering ini setelah massa PPKM 4 dan 3 berakhir di Palembang kita baru melaksanakan sesuai Prokes."

"Dimana teman- teman media ini teman kami (PLN) karena saya pernah di Humas jadi tidak asing teman- teman media itu," jelas Bambang.

Diterangkan Bambang tujuan silahturahmi dengan media ini untuk hubungan yang baik, tentunya PLN sangat menyadari tanpa dukungan dan suport dari media tidak bisa melaksanakan dengan baik.

"Kenapa begitu? Karena pelanggan kami seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai level dan kalangan, dan kami perlu berkomunikasi dengan mereka melalui media ini , karena kami tidak bisa menjangkau pelanggan kami dari berbagai level dan kalangan maupun penjuru dengan baik," ujarnya.

Disisi lain Bambang mengungkapkan, jika proses listrik yang selama ini dinikmati masyarakat selama ini, mengalami proses yang panjang mulai dari pusat pembangkit, kegardu, transmisi hingga ke pelanggan. Dimana kelistrikan di pulau Sumatera sudah tersambung mulai dari Lampung hingga ke Aceh sehingga masyarakat bisa menikmatinya.

"Sumsel sebagai lumbung energi termasuk listrik, bebannya tidak akan terserap di Sumsel saja tapi dialirkan ke Jambi dan Lampung hingga Sumbar dan Sumatera Bagian Selatan," capnya.

Disisi lain, pihaknya dalam proses koneksi listrik Sumatera ke Bangka (Babel). Dimana sistem kelistrikan yang menghubungkan antara beberapa pembangkit dan gardu listrik, sehingga beban listrik dapat dilayani dari seluruh gardu listrik yang terhubung.

"Target energize sistem ini selesai Desember 2021, dengan pembentangan kabel jaringan bawah laut dari Tanjung Carat TAA ke Mentok (Babel), sekarang lagi progres sepanjang 7 Km, dimana di Babel ada keterbatasan listrik dan disisi lain ekonomi disina sedang tumbuh pesat perlu dukungan listrik," tandasnya.

Sedangkan Narasumber yang dihadiri dalam kesempatan tersebut Helmy Yahya memberikan trik- trik bagi para media massa yang ada, untuk bisa beradaptasi diera digital saat ini. (TS/Arif)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved