G30S PKI

JELANG Subuh, Sebelum Diculik PKI, Jenderal Soeprapto Tak Bisa Tidur Usai Cabut Gigi:Ajudan Sudirman

Soeprapto baru saja melakukan pencabutan gigi sehingga pada malam harinya merasa tidak nyaman dan tidak bisa tertidur.

Editor: Wiedarto
intisari
Letjen R Suprapto (kedua kiri) semasa menjadi Ajudan Jenderal Sudirman (tengah). 

Setamatnya dari HIS, ia melanjutkan pendidikan di MULO atau Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (setingkat SLTP).

Kemudian setelah lulus dari MULO, ia lanjut ke AMS (setingkat SMU) di Yogyakarta dan lulus tahun 1941.

Pada tahun yang sama, pemerintah Hindia Belanda mengumumkan milisi sehubungan dengan pecahnya Perang Dunia Kedua.

Saat itulah Soeprapto mulai terjun ke pendidikan militer.
Ia tergabung dalam Koninklijke Militaire Akademie di Bandung.

Namun, Soeprapto tidak dapat menyelesaikan pendidikan militernya, karena Jepang sudah lebih dulu menduduki Indonesia. Oleh Jepang, Suprapto ditawan dan dipenjarakan. Tetapi, ia berhasil melarikan diri dari rumah tahanan.

Soeprapto pun kembali ke kampung halamannya, Purwokerto. Di sana ia mengikuti kursus Cuo Seinen Kunrensyo atau Pusat Latihan Pemuda.

Soeprapto sudah merasa tertarik terhadap masalah-masalah sosial, terutama yang berhubungan dengan pemuda.

Dalam kegiatan bidang sosialnya itulah Soeprapto berkenalan Soedirman, seorang pemimpin muda yang memiliki pemikiran yang sama dengannya tentang bagaimana cara untuk memajukan pemuda.

Soeprapto dan Soedirman pun menyumbangkan tenaga mereka di bidang yang sama.

Selain aktif dalam kegiatan sosial, Suprapto juga mengikuti latihan pemuda lain, seperti keibodan, seinendan, dan suisyintai. Ketiga hal itu adalah organisasi bentukan Jepang.

Di awal kemerdekaan, Soeprapto merupakan salah satu pejuang yang berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Cilacap.

Selepas itu, ia pun bergabung menjadi anggota Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Purwokerto.

Karena kemampuannya dinilai cukup baik, Soeprapto dipercayai menduduki jabatan sebagai Kepala Bagian II Divisi V dan diberi pangkat kapten.
Divisi V itu dipimpin oleh Kolonel Soedirman, tokoh yang sudah ia kenal sejak zaman Jepang.

Pada 12 - 15 Desember 1945, terjadi Pertempuran Ambarawa. Dalam perang ini, Soeprapto turut mendampingi Komandan Divisi V.

Setelah Pertempuran Ambarawa berakhir, Kolonel Soedirman dilantik oleh pemerintah menjadi Panglima Besar TKR.

Halaman
123
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved