Breaking News:

Berita Muara Enim

KPK Geledah Kantor DPRD Muara Enim, Amankan Slip Gaji 10 Anggota Dewan

Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mendatangi dan menggeledah kantor DPRD Kabupaten Muara Enim, Senin (27/9/2021).

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ARDANI ZUHRI
Tampak rombongan penyidik KPK meninggalkan gedung DPRD Kabupaten Muara Enim. 

SRIPOKU.COM, MUARA ENIM -- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mendatangi dan menggeledah kantor DPRD Kabupaten Muara Enim, Senin (27/9/2021).

Penggeledahan KPK tersebut untuk melengkapi berkas penyelidikan.

Dari pengamatan dan informasi di lapangan, penggeledahan yang dilakukan penyidik anti rasuah ini sebagai tindak lanjut dari penetapan 10 anggota DPRD Muara Enim yakni berinisial yakni ARK, AYS, FTH, INI, IJH, MDH, MRT, MHI, PRI dan SBN sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan anggota DRPD Muara Enim dalam kasus OTT Bupati Muara Enim, yang telah menyeret Wakil Bupati Muara Enim, Ketua DPRD Muara Enim, Plt Dinas PUPR dan pejabat lainnya.

Tim penyidik KPK berjumlah 10 orang yang dibagi dua tim menggeledah ruang kerja Komisi I, II, III dan IV serta ruang rapat Banggar dan Banmus.

Tim KPK tersebut tiba di gedung wakil rakyat menggunakan dua unit mobil, Toyota Kijang Innova Reborn BG 1513 U, BG 1253 N warna Hitam dan Kijang Innova Reborn BG 1054 RA warna Silver dengan pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Polres Muara Enim dipimpin Iptu Yeri Gunawan.

Kedatangan tim KPK diduga melakukan penggeledahan dikantor DPRD Muara Enim untuk mengamankan berkas-berkas penting para wakil rakyat yang terlibat.

Setelah melakukan pengeledahan sekitar 3,5 jam sekitar pukul 12.00, 10 orang tim penyidik KPK keluar gedung DPRD langsung menuju mobil dengan membawa sebuah koper dan pergi tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan wartawan.

Baca juga: Permintaan Izin Tebang Pohon Meningkat, Pemkab Muara Enim Akan Bentuk Tim RTHKP

Menurut Sekretaris DPRD Kabupaten Muara Enim Lido Septontoni SH MSi, ketika dikonfirmasi menjelaskan tim penyidik KPK melakukan penggeledahan di ruang komisi-komisi dan ruang Banggar serta ruang Banmus.

Ia mengatakan bahwa dalam penggeledahan itu, tidak ada berkas atau dokumen yang disita.

Namun penyidik KPK meminta slip gaji 10 anggota dewan yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved