Breaking News:

Berita Sumsel

Masa Transisi Musim, Wilayah Dataran Tinggi di Sumsel Berpotensi Terkena Banjir Bandang

Saat ini wilayah Sumsel tengah mengalami masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Dimasa transisi ini, kerap kali di sejumlah wilayah di Bumi

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/IST
Banjir bandang menerpa kota Lubuklinggau Minggu (26/9/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com,  Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Saat ini wilayah Sumsel tengah mengalami masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Dimasa transisi ini, kerap kali di sejumlah wilayah di Bumi Sriwijaya terkena cuaca esktrim. 

Dalam masa transisi cuaca,  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mengungkapkan bahwa daerah dataran tingggi di Sumsel berpotensi terkena bencana banjir bandang dan tanah longsor. 

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel, Ansori mengatakan daerah dataran tinnggi di Sumsel seperti Empat Lawang, Pagaralam, Lahat, Muratara, Muara Enim, OKU Selatan dan Lubuklinggau berpotensi terkena bencana alam banjir bandang dan longsor di masa transisi saat ini. 

Ia mencontohkan, salah satu wilayah yang baru diterpa banjir bandang yakni Lubuklinggau pada, Minggu (26/9/2021).

Banjir tersebut terjadi lantaran meluapnya sejumlah sungai  di Lubuklinggau akibat hujan deras mengguyur kota tersebut. 

"Wilayah dataran tinggi diharapkan waspada karena berpotensi terjadi bencana banjir bandang," katanya. 

Ia menjelaskan, dikarenakan Topografi (keadaan muka bumi pada suatu kawasan) di Sumsel terdapat wilayah dalam dataran tinggi, apabila intensitas hujan tinggi dengan durasi lama maka bakal menyebabkan terjadinya banjir akibat sungai yang meluap.

Baca juga: Banjir di Lubuklinggau, Detik-detik Air Masuk Asrama Putri Ponpes Ar Risalah, 600 Anak Ayam Hanyut

Ansori menyebut, berkaca dari tahun sebelumnya puncak musim hujan dengan intensitas tinggi bakal terjadi mulai akhir Desember sampai Januari. 

"Topografi kita terbagi dataran tinggi dan rendah, jadi jika terjadi banjir mudah-mudahan tidak begitu parah seperti bencana di wilayah Timur yang dihantam banjir karena topografinya satu hamparan," jelasnya. 

Ia mengungkapkan, ciri-ciri banjir bandang maupun longsor sering terjadi ketika curah hujan tinggi, dengan kondisi sungai yang keruh.

Ataupun tanda lainnya air di sungai kecil seperti tersumbat.

Jika mendapati tanda seperti itu diharapkan masyarakat waspada dan menjauhi wilayah sungai dan wilayah perbukitan.

"Masyarakat di wilayah dataran tinggi harus selalu berhati-hati karena kondisi tanah di daerah tersebut labil.
Jika ada ciri-ciri datangnya bencana alam masyarakat harus siaga," tegas Ansori.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved