Breaking News:

Berita Religi

Jangan Pernah Beri Mahar Ini Saat Menikah Meski Mulia, Ternyata Buya Yahya Sebut tidak Akan Sah

Meski mulia, ternyata mahar ini tidak sah jika diberikan saat menikah, kenapa? Berikut penjelasan selengkapnya dari Buya Yahya.

Penulis: Tria Agustina | Editor: RM. Resha A.U
YouTube Al-Bahjah TV
Buya Yahya 

SRIPOKU.COM - Mahar apakah yang tidak sah saat menikah jika diberikan meskipun mulia? Berikut ini penjelasan Buya Yahya.

Mahar merupakan harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki kepada perempuan saat akan menikah.

Biasanya mahar yang diberikan berupa harta dengan nilai nominal tertentu seperti uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, atau benda berharga lainnya. Mahar juga dapat berupa seperangkat alat sholat.

Agama Islam mengizinkan mahar diberikan oleh pihak laki-laki dalam bentuk apa saja (cincin dari besi, sebutir kurma, ataupun jasa).

Nah, selain itu ternyata ada pula hal mulia yang kerap dijadikan mahar saat pernikahan padahal tidak diperbolehkan.

Maka apabila hal yang dianggap mulia tersebut diberikan sebagai mahar, maka dianggap tidak sah sehingga harus menggantinya di kemudian hari.

Lantas, apakah hal mulia yang biasa menjadi mahar tersebut saat pernikahan?

Berikut ini penjelasan Buya Yahya yang dibagikan melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.

Baca juga: Bolehkah Memberi Mahar Berupa Saham? Begini Hukumnya Diperbolehkan Asalkan 2 Syarat Ini Terpenuhi

Dalam cerama tersebut, Buya Yahya mengungkap hal mulia yang tidak diperbolehkan untuk dijadikan mahar untuk menikah.

Hal mulia tersebut seringkali dijadikan sebagai mahar yakni hafalan Alquran.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved