Breaking News:

Minim Dana Pembinaan, Pesilat Pelajar Palembang Tetap Berprestasi di Tingkat Nasional

Meski minim pembinaan, namun para pesilat pelajar tersebut berhasil mengharumkan nama kota Palembang di kancah nasional dibidang ektrakulikuler tapak

Penulis: Zaini | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ZAINI
Pengambilan video pesilat tingkat SD dan SMP ditingkat nasional di Padepokan IPSI kota Palembang Jl Praja Gupta, Bukit Sangkal, Kalidoni, Minggu (19/9/2021). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) kota Palembang Kgs Azhari AK, mengeluhkan minimnya dana pembinaan dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat, bagi pesilat berprestasi tingkat SD dan SMP sederajat di kota Palembang.

Meski minim pembinaan, namun para pesilat pelajar tersebut berhasil mengharumkan nama kota Palembang di kancah nasional dibidang ektrakulikuler tapak suci, salah satunya di Kompetisi Olah Raga Siswa Nasional ( KOSN) tahun 2020-2021.

Dimana dalam KOSN, terdapat 8 pesilat pelajar Palembang yang berkancah, terbagi dari 4 pesilat di tingkat SD sederajat dan 4 pesilat ditingkat SMP sederajat.

Termasuk 1 pesilat yang berhasil masuk final di kejuaraan Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

"Dengan adanya ini (prestasi pesilat pelajar Palembang), kami sangat sekali mengharapkan kontibusi atau perhatian dari pemerintah di dalam pembinaan silat tingkat seni," kata Kgs Azhari, disela- sela pengambilan video pesilat tingkat SD dan SMP ditingkat nasional di Padepokan IPSI kota Palembang Jl Praja Gupta, Bukit Sangkal, Kalidoni, Minggu (19/9/2021).

Dimana 8 pesilat tersebut, merupakan hasil seleksi sebelumnya, yang diikuti ratusan pesilat yang mewakili SD masing- masing di kota Palembang yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Palembang. Namun, tidak kembali disuport pada tingkat selanjutnya.

Baca juga: Mental & Fisik Atlet yang Utama, IPSI PALI Target Raih 3 Emas Ajang Porprov 2021 Sumsel di OKU Raya

"Untuk apa kita dorong pembinaan? Sebab mengadakan seleksi mulai tingkat bawah tapi tidak ada kelanjutan tingkat akhir maka kurang maksimal, dan jika dilakukan pembinaan pastinya hasil sangat memuaskan hasilnya. Jadi, ini sikap protes IPSI kota Palembang, meski tanpa pembinaan dari Disdik kami IPSI Palembang tetap eksis untuk budaya pencak silat di Indonesia," jelasnya.

Dengan kurangnya dana pembinaan dari Dinas yang ada, dalam kegiatan yang ada, pengurus IPSI kota Palembang melakukan patungan dan mereka yang peduli terhadap pencak silat.

"Kalau dukungan instansi pemerintah daerah, sampai saat ini tidak ada informasi. Padahal setidak-tidaknya mereka peduli akan sejauh mana perkembangan silat di sekolah atau pesilat pelajar. Tapi kami dari IPSI selalu monitor perkembangan, hingga wasit, juri yang ada," tuturnya.

Sementara Atiyah Raihana (11) siswi SDN 136  Palembang yang berhasil masuk final kejuaraan Universitas Pertahanan (Unhan) RI tingkat nasional kategori Pencak Silat Seni  SD Putri, mengaku sangat senang dengan prestasi yang didapat.

"Senanglah berhasil di kejuaraan Unhan," ujarnya.

Atiyah melanjutkan, selama ini ia selalu latihan Pencak Silat bersama sang ayah selama ini, karena senang dengan olahraga bela diri tersebut.

"Saya sejak kelas 2 SD latihan pencak silat, dan berharap kedepan bisa jadi atlet pencak silat," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved