Breaking News:

Pertanian

Cara Mudah Menanam Kecambah dari Kacang Hijau Pakai Botol Bekas, Bisa Jadi Menu Masakan Setiap Hari!

Padatkan kapas hingga mencapai ketebalan sekitar 2-4 cm lalu basahi dengan air.

SRIPOKU.COM/Bejo
Tauge 

SRIPOKU.COM - Kacang hijau (Vigna radiata) adalah salah satu kacang-kacangan yang sudah dibudidayakan sejak zaman kuno.

Meskipun berasal dari India, kacang hijau kemudian menyebar ke Cina dan berbagai wilayah Asia Tenggara dengan mudahnya karena cara menanam kacang hijau cukup mudah.

Di Indonesia, kacang hijau bisa jadi bahan segala makanan.

Bisa diolah jadi kacang hijau yang enak untuk dikonsumsi.

Bukan cuma itu saja, kacang hijau bisa juga ditanam dan menjadi kecambah atau tauge.

Berikut ini, cara menanam kacang hijau:

  1. Siapkan alat dan bahan seperti gelas platik atau botol bekas, pisau atau gunting, kapas, dan juga air.
  2. Gunakan kapas khusus penanaman atau kapas biasa. Jangan gunakan kapas kecantikan karena akan mempengaruhi nutrisi yang dihasilkan oleh kecambah nantinya.
  3. Masukkan kapas kedalam wadah penanaman seperti gelas atau botol plastik.
  4. Padatkan kapas hingga mencapai ketebalan sekitar 2-4 cm lalu basahi dengan air.
  5. Agar kapas tidak terlalu basah, Anda bisa membasahinya dengan menggunakan spray.
  6. Panen kacang hijau biasanya dilakukan saat usianya sudah 60 sampai 80 hari setelah masa tanam. Untuk memastikannya,  harus mengenali cirinya, yaitu polong mulai mengering dan gampang pecah.

Baca juga: Manfaat Buah Plum, Bisa Obati 21 Penyakit Berbahaya Ini, Termasuk Cegah Penyakit Jantung

Baca juga: Manfaat Buah Kundur untuk Kesehatan, Obati 12 Penyakit, Salah Satunya Atasi Gejala Osteoporosis

Persiapan Benih Kecambah

  1. Pilihlah benih dari jenis kacang hijau berkualitas baik, lalu cuci bersih dengan air mengalir.
  2. Untuk mengetahui bagus tidaknya kualitas benih, Anda bisa melakukan pengujian dengan merendamnya kedalam air selama 1 menit.
  3. Jika ada benih yang mengapung, hal tersebut menandakan bahwa kualitas benih tersebut rendah.
  4. Jika sudah didapat benih layak tanam, rendam kembali benih selama 24 jam untuk memecah dormansi. Ganti air rendaman sebanyak 4-5 kali untuk menjaga kualitas benih.
  5. Tiriskan benih yang sudah direndam lalu angin-anginkan hingga kering. Setelah kering, tebar benih pada media kapas yang sudah disiapkan sebelumnya.
  6. Ketika melakukan proses penebaran benih, pastikan bahwa terdapat jarak antara benih sehingga kecambah dapat tumbuh dengan leluasa.
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved