G30S PKI
'KAKAK Jangan Menangis, Tubuh Mungil Ade Irma Nasution Tertembus 3 Peluru Pasukan Tjakrabirawa
"Dia bilang: Kakak jangan menangis." ungkap Yanti menirukan sang adik, Ade Irma Suryani Nasution saat diserang pemberontak G30S PKI 1965 silam.
"Di situ, Ayah sudah naik terus mau turun lagi.
"Lalu Mama bilang, 'Sudah, jangan pikirkan kita kamu yang dicari!'," kata Yanti menirukan ucapan ibunya.
Johanna yang saat itu masih memeluk Ade Irma yang bercucuran darah pergi menjauh dan meraih telepon untuk menghubungi Mayjend Umar Wirahadikusumah.
Namun sambungan telepon diputus, dan Johanna akhirnya bertemu dengan Tjakrabirawa yang mencari AH Nasution.
"Pak Nasution sudah 2 hari tidak di rumah!" kata Johanna kepada Tjakrabirawa.
Tjakrabirawa pergi, Johanna kemudian membawa Ade Irma ke RSPAD, meminta agar Yanti bersembunyi.
Beberapa jam kemudian, Yanti menyusul Johanna dan Ade Irma ke RSPAD.
"Saya lihat adik saya di situ, sudah berdarah-darah.
"Terus saya lihat dia, saya menangis, dia bilang, ' Kakak jangan menangis '.

Update Sumsel Covid-19 Tgl 16 Septemberi 2020. (http://corona.sumselprov.go.id/)
"Terus dia tanya sama ibu saya, 'Mama, kenapa Ayah ditembak?'
"Itu yang terakhir saya lihat," kenang Yanti di hari meninggalnya sang Adik, Ade Irma Suryani.
Melansir dari INTISARI, ternyata ada sekitar tiga peluru menembus punggung si kecil Ade Irma.
Setelah pasukan Cakrabirawa meninggalkan kediaman A.H Nasution, Johanna dan keluarga langsung membawa Ade yang sudah bersimbah darah ke RSPAD untuk mendapat pertolongan.
Setelah menjalani operasi, lima hari kemudian ia dipanggil sang maha kuasa.
Sekarang kediaman A.H Nasution telah dijadikan Museum Jenderal Bear AH Nasution yang berisi diorama peristiwa pada malam mencekam itu. (WartaKotaLive.com/Surya.co.id)
Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul 'Kakak Jangan Menangis', Kata-kata Terakhir Ade Irma sebelum Meninggal Ditembak Pemberontak G30S PKI