Breaking News:

Gara-gara Ajukan Cerai, Terpidana Korupsi yang Sudah 12 Tahun jadi Buron Berhasil Ditangkap

Sukses menghindari tangkapan aparat berwenang selama belasan tahun, pelarian Tauhidi (52) justru berakhir saat dirinya mengajukan cerai.

Editor: Refly Permana
Tribun Jabar/Sidqi Al Gifari
Seorang terpidana kasus korupsi berhasil ditangkap setelah buron 12 tahun. 

SRIPOKU.COM - Sukses menghindari tangkapan aparat berwenang selama belasan tahun, pelarian Tauhidi (52) justru berakhir saat dirinya mengajukan cerai.

Diketahui, Tauhidi merupakan terpidana kasus korupsi diputus bersalah pada 2009.

Adapun tindak pidana korupsi yang diarahkan kepada dirinya adalah korupsi pembangunan Sarana dan Prasarana Usaha Kelautan tahun Anggaran 2005 di Lingkungan Dinas Perikanan Jabar di kawasan Cikelet, Kabupaten Garut.

"Dulu ia sudah divonis dua tahun penjara, tersangka kasus tindak pidana korupsi untuk pengadaan pengembangan proyek pusat pelelangan ikan (PPI) di Cilautereun, Cikelet," ujar Kepala Kejari Garut, Neva Sari Susanti, saat melakukan pers release di Kejari Garut, Kamis (16/9/2021) malam.

Terbukti korupsi dalam proyek PPI, Tauhidi merugikan negara Rp 599 juta dari biaya proyek senilai Rp 1,1 miliar rupiah yang diserahkan kepada PT Satia Nugraha Mulya.

Kemudian PT Satia Nugraha Mulya memberikan kuasa kepada Tauhidi untuk menggarap proyek PPI tersebut.

Terdakwa kemudian melakukan pekerjaannya, namun ternyata hasilnya tidak sesuai dengan spesifikasi dalam kontrak kerja dan dan tidak tepat waktu.

Tauhidi merupakan seorang pemborong asal Pandeglang, Banten.

Kasus Korupsi PDPDE, Direksi PT SEG Dukung Langkah Kejagung, Hingga Ada Keputusan Hukum Tetap

Selama buron Tauhidi mengganti seluruh identitasnya.

Ia kemudian berhasil terdeteksi oleh pemburu buron saat dirinya mengurus proses perceraian di Kabupaten Subang.

"Yang bersangkutan mengajukan cerai jadi terdata.

Jadi data-datanya muncul ada alamat rumahnya ada alamatnya jelas, kita kordinasi dengan Kejari Subang untuk melakukan penangkapan," ungkap Neva.

Neva menjelaskan terpidana sempat bebas saat putusan tahun 2007, namun Kejaksaan Negeri Garut saat itu melakukan kasasi.

Kemudian, di tahun 2009, turun peninjauan kembali (PK) dengan putusan pidana penjara dua tahun denda Rp 200 juta subsider enam bulan dan uang pengganti sebesar Rp 449 juta yang harus dibayar oleh terpidana.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Buron Selama 12 Tahun, Terpidana Kasus Korupsi Ditangkap Gara-gara Gugat Cerai Istri

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved