Breaking News:

Ketika Warga Demam Ikan Koi, Jadi Ladang Usaha ASN Pagaralam Ini

Demam pelihara ikan koi warga Kota Pagaram menjadi peluang usaha bagi Yudi,seorang ASN di Kota Pagaralam.Jadi sumber penghasilan tambahan

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Azwir Ahmad

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Saat ini warga Kota Pagaralam sedang demam memelihara ikan Koi. Karenanya banyak terlihat warga membuat kolam baik besar maupun kecil diperkarangan atau di dalam rumah untuk bisa memelihara ikan dengan corak khas aneka warna tersebut.

Kondisi ini tidak luput dari mereka yang punya naluri bisnis. Ramainya penghobi ikan koi ini membuka peluang usaha budidaya ikan koi yang menjanjikan keutungan.

Seperti yang dilakukan Yudi, salah satu Apartur Sipil Negara (ASN) Pemkot Pagaralam ini membaca peluang budidaya ikan Koi lokal cukup menjanjikan. Pasalnya dia melihat bermunculan para penghobi baru pemelihara ikan Koi.

Berawal dari hobi memelihara ikan Koi di kolam kecil miliknya yang ada disamping rumah. Kini Yudi menjadikan ikan Koi menjadi sumber penghasilan tambahan.

Yudi menuturkan, awalnya dirinya hanya penghobi ikan Koi yang memang memiliki corak warna yang indah.

Namun berjalannya waktu ikan Koi yang dia pelihara mulai banyak dari kalangan temannya yang berminat membeli untuk dipelihara.

"Saya dulu cuma memelihara dikolam kecil samping rumah saya. Karena memang saya suka dengan bentuk dan corak dari ikan Koi itu. Namun saat jumlahnya sudah banyak , ada teman teman yang ingin membeli," katanya.

Melihat peluang ini, maka dia  mencoba untuk membudidayakan ikan Koi varietas lokal. Dia pun merenovasi kolam kecilnya, merubah ukuran menjadi lebih besar.

"Saya pertama hanya menggunakan satu kolam saja. Namun karena sudah mulai banyak yang membali dan memesan akhirnya saya tambah lagi kolamnya dengan ukuran lebih besar agar ikannya bisa lebih banyak," ujarnya.

Dijelaskan Yudi, bahwa varietas ikan Koi lokal memang tidak kalaj dengan ikan impor. Memang bagi para penghobi ikan Koi impor memiliki corak lebih terang. Namun ikam Koi lokal lebih tahan dan tidak mudah sakit.

"Keduanya ada kelebihan dan kekurangan sendiri. Selian itu harganya juga berbeda, Koi impor lebih mahal sedangkan koi lomal lebih terjangkau," jelasnya.

Sementara itu, Rendi salah satu penghobi ikan Koi Pagaralam mengatakan, jika untuk para penghobi ikan Koi pemula memang harusnya diawali dengan memelihara Koi lokal dahulu. Jika sudah bisa memelihara ikan dan menjaga air kwalitas airnya maka bisa memelihara Koi impor.

"Memelihara ikan Koi ini kita bukan saja harus bisa menjaga ikannya untuk tetap sehat. Namun yang paling utama bagaimana kita menjaga airnya tetap sehat agar ikannya bisa ikut sehat. Untuk itu bagi pemula dianjurkan untuk memelihara ikan koi lokalan dulu baru nantinya ikan koi impor," ujarnya.(one)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved