Breaking News:

Terus bertambah, PLN Selesaikan 1.043 Sertifikat Aset 4 Provinsi di Sumatera

PT PLN (Persero) terus melakukan pengamanan aset tanah secara nasional, Minggu (12/9/2021).

Editor: bodok
SRIPOKU.COM/humas pln
PT PLN (Persero) terus melakukan pengamanan aset tanah secara nasional, dan gambar di sebelah kanan salah satu aset perusahaan PT PLN. 

* Agenda Pengamanan Aset Tanah untuk Kelistrikan Kali ini Berlanjut di Provinsi Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Barat 

SRIPOKU.COM, PADANG -- PT PLN (Persero) terus melakukan pengamanan aset tanah secara nasional, Minggu (12/9/2021) kemarin.

Bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta supervisi KPK RI, upaya pengamanan ini dilakukan untuk untuk menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur kelistrikan di masa depan. 

Jumlah tanah yang telah bersertifikat di Sumatera pun menunjukkan perkembangan yang baik.

Hingga Agustus, total sertifikat tanah yang berhasil diselesaikan dari sinergi PLN dan BPN di empat provinsi di Pulau Sumatera mencapai 1.043 persil tanah.

Empat provinsi tersebut antara lain Riau, Jambi, Bengkulu serta Sumatera Barat. 

Kepala Satgas Direktorat Koordinasi & Supervisi Wilayah I KPK Arief Nurcahyo dan Kepala BPN Kanwil Provinsi Sumatera Barat, Saiful ketika rapat virtual bersama PT PLN (Persero) terkait pengamanan aset tanah secara nasional
Kepala Satgas Direktorat Koordinasi & Supervisi Wilayah I KPK Arief Nurcahyo dan Kepala BPN Kanwil Provinsi Sumatera Barat, Saiful ketika rapat virtual bersama PT PLN (Persero) terkait pengamanan aset tanah secara nasional (SRIPOKU.COM/humas pln)

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan Muhammad Ikbal Nur PLN, menjelaskan wilayah Sumatera sendiri mengambil porsi cukup besar dalam konsumsi listrik, terutama sektor industri dan bisnis. 

"PLN berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur ketenagalistrikan untuk bisa mendukung kebutuhan masyarakat," ujar Ikbal. 

Ikbal menyebut pihaknya terus memperhatikan perkembangan kebutuhan masyarakat termasuk di Sumatera.

Khusus untuk Sumatera Barat pihaknya menyebut konsumsi listrik sektor bisnis dan industri mencapai 58,46 persen dari total konsumsi energi listrik.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved