Breaking News:

Berita Palembang

Cafe RD Kembali Dirazia, Ternyata Masih Beroperasi Meski Sudah Dilarang, 89 Orang Diamankan

Personil berjumlah 113 prang ini mendatangi Cafe RD di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang

Editor: Refly Permana
sripoku.com/andyka wijaya
Kasat Narkoba Polrestabes, Palembang AKBP Andi Supriadi.  

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Razia di Palembang melibatkan anggota Satres Narkoba Polrestabes Palembang, POM TNI AD, Sat Brimob Polda Sumsel, pada Minggu (12/9/2021) dini hari.

Personil berjumlah 113 prang ini mendatangi Cafe RD di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-alang Lebar, Palembang

"Kembali pagi di hari ini kita melakukan razia besar besaran di Cafe RD yang sebelumnya juga beberapa bulan yang lalu kita juga lakukan kegiatan refresif di TKP yang sama.

Pada waktu itu juga telah menyita alat alatnya, dan sudah melakukan kegiatan refresif namun sekarang setelah kita mendapat informasi di lapangan cafe tersebut masih menjalankan aktivitasnya.

Padahal kita sudah memberikan surat ke pemerintah kota Palembang supaya ijin ijinnya di cabut," ungkap Kasat Narkoba Polrestabes Palembang, AKBP Andi Supriadi, kepada Sripoku.com.

Lanjut Andi,  karena lokasi tersebut menjadi daerah salah satu tempat peredaran narkoba.

"Kita lihat sendiri pagi ini Cafe RD sendiri masih beroperasi menjadi tempat ilegal, tempat hiburan malam. Dan masih kita buktikan ada 89 orang kita periksa, dan dipisah pisahkan yang mana menggunakan narkoba, dan rekan media sendiri melihat di lokasi berkerumun dan tidak menggunakan masker," ungkapnya.

KABAR Terkini 25 Pengunjung Cafe RD di Palembang yang Diamankan Petugas Narkoba, Begini Nasibnya!

Lebih jauh Andi mengatakan, saat digelar razia terdapat insiden kecil di lokasi.

"Pengunjung ini ilusi setelah ditanya kita ia melompat dari atas gedung, dan tanpa ada yang mengejarnya jadi inisiatif sendiri lompat hingga mengalami cedera di kaki.

Dan sekarang sedang diobservasi di RS Bhayangkara," katanya.

Namun, sambung Andi, dirinya mengakui salah dan memang inisiatif dia sendiri melompat.

"Kita amankan ada 87 orang disini, beserta alat DJ, keyboard, dan minuman untuk sampel, anggur merah, bir, dan nanti akan kita serahterima kan dengan Sat Reskrim untuk di usut tindak pidananya karena cafe tidak ada izinnya supaya diproses pidana umumnya," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved