Breaking News:

Berita Lubuklinggau

Lapas Tangerang Kebakaran, Lapas Lubuklinggau Bisa Saja Berakhir Sama: Sudah Berdiri Sejak 1982

Setiap kali melakukan razia, pihaknya masih menemukan napi di Lapas Klas II A Lubuklinggau membuat colokan sendiri.

Editor: Refly Permana
Dokumen Lapas Kelas IIA Lubuklinggau
Petugas Lapas Kelas IIA Lubuklinggau saat melakukan razia mencegah kebakaran.  

Penulis: Eko

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Pasca kebakaran di Lapas Klas 1 Tangerang Banten, Lapas Klas II A Lubuklinggau melakukan antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi.

Kalapas Kelas II A Lubuklinggau, Imam Purwanto, melalui KPLP, Mentoni, menyampaikan untuk antisipasi supaya tidak terjadi kebakaran sejak lama sudah menyiapkan 10 apar (racun api) yang diletakkan di masing-masing blok.

"Apar itu kita letakkan di masing-masing blok jumlahnya 10, sewaktu-waktu bila terjadi hal yang tak diinginkan kita cepat tangani," kata Mentoni, Jumat (10/9/2021).

Selain menyediakan apar, petugas Lapas Klas II A Lubuklinggau selalu melakukan razia rutin di dalam lapas sepekan sekali dan rutin melakukan pengecekan instalasi listrik melalui bagian umum.

"Bila ada yang terlewat, bagian kami (sipir) melakukan pengecekan, karena lapas ini dibangun tahun sejak tahun 1982, jadi apabila tak diperiksa kemungkinan seperti Lapas Tangerang bisa saja terjadi," ungkapnya.

Ia juga tidak memungkiri dan selama ini kerap terjadi di dalam Lapas kelas II A Lubuklinggau, setiap kali melakukan razia, pihaknya masih menemukan napi di Lapas Klas II A Lubuklinggau membuat colokan sendiri untuk pemanas air.

"Tapi kita selalu kita ingatkan, karena itu bisa membuat kebakaran karena tegangan listriknya tidak stabil, bila terjadi kebakaran pasti keluarga korban akan menuntut, padahal mereka sendiri yang melakukan," paparnya.

Menurutnya, jumlah warga binaan Lapas Kelas II A Lubuklinggau saat ini secara jumlah sangat rentan karena sangat over capacity.

Saat ini jumlah warga binaan di dalam Lapas mencapai 1.129 orang.

Kapasitas 200 Orang, Lapas Kelas III Surulangun Rawas di Kabupaten Muratara Saat Ini Dihuni 290 Napi

"Idealnya, lapas ini hanya untuk 500 orang, sementara di isi kurang lebih mencapai 1.129 orang, jadi jumlahnya dua kali lipat dari jumlah normalnya," ujarnya.

Ditambah jumlah penjaga lapas sangat terbatas, total jumlah penjaga sampai dengan pimpinan hanya 24 orang, harus mengawal 1.129 orang warga binaan.

"Jumlah penjaga kita 24 orang, jadi tak sebanding dengan jumlah tahanan kita, tapi supaya tidak terjadi keributan kita memberlakukan sikap humanis, setiap warga binaan yang mempunyai masalah kita tanya, kita carikan solusinya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved