Breaking News:

Berita Pagaralam

Baru Dilalui Ratusan Pendaki, Kawasan Puncak Gunung Dempo Pagaralam Kembali Ditutup, Ini Alasannya

Ditutupnya jalur pendakian dilakukan setelah adanya ratusan pendaki yang naik ke puncak Dempo pada saat perayaan hari kemerdekaan RI ke-76 lalu.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/Rahmad Zilhakim
Gunung Dempo Pagaralam Provinsi Sumatera Selatan 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Balai Registrasi Gunung Dempo (Brigade) Kota Pagaralam kembali mengeluarkan pengumuman penutupan jalur pendakian menuju Puncak Gunung Dempo.

Brigade menutup jalur pendakian mulai dari 23 sampai 27 Agustus 2021 mendatang.

Ditutupnya jalur pendakian dilakukan setelah adanya ratusan pendaki yang naik ke puncak Dempo pada saat perayaan hari kemerdekaan RI ke-76 lalu.

Hal ini untuk kembali melakukan peremajaan jalur yang ada.

Pasalnya setelah dilalui oleh ratusan pendaki biasanya akan ada jalur yang rusak ditambah saat itu curah hujan sedang tinggi maka dipastikan akan ada jalur yang menjadi licin.

Ketua Brigade Kota Pagaralam, Arindi, mengatakan, pihaknya sengaja menutup jalur pendakian sementara.

Hal ini untuk penataan kembali jalur setelah dilalui oleh ratusan pendaki.

"Hal ini biasa kita lalukan jika ada aktivitas pendakian yang banyak. Karena jalur yang ada pasti akan ada yang rusak atau menjadi licin," katanya.

Untuk itu harus dilakukan perbaikan agar nantinya jika kembali dibuka pendaki tidak akan mengalami banyak kesulitan saat berada dan melaui jalur pendakian.

"Kita rutin melakukan ini. Hal ini agar para pendaki tidak kesusahan saat mendaki. Dan kita juga akan memastikan semua petunjuk arah pendakian masih terpasang sesuai dengan arah yang ada," ujarnya.

Arindi juga menjelaskan bahwa nanti akan ada waktu penutupan pendakian selama satu bulan setengah. Hal ini wajib dilakukan agar aktivitas dikawasan Dempo bisa kembali normal.

"Karena jalur pendakian berada dikawasan hutan. Maka wajib kita istirahatkan dulu agar ekosistem baik flora dan fauna bisa kembali beraktivitas seperti biasa dan tidak terganggu selama 1 bulan lebih itu," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved