Breaking News:

KONI Sumsel

Hindari Sengketa Status Atlet, KONI Sumsel Perketat Regulasi Jelang Porprov ke-XIII 2021

Guna menghindari kisruh sengketa atlet, KONI Sumsel memperketat regulasi mutasi yang diterapkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selata

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Ketua Umum KONI Sumsel, H Hendri Zainuddin SAg SH didampingi Sekum Ir Suparman Romans memimpin rapat persiapan Porprov XIII Sumsel di KONI Sumsel, Selasa (17/8/2021). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Guna menghindari kisruh sengketa atlet, KONI Sumsel memperketat regulasi mutasi yang diterapkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan (Sumsel) XIII 21-28 November 2021 di OKU Raya. 

"Kita akan perbaharui regulasi mutasi atlet dengan pertimbangan kondisi setengah mendesak (force majeure) dikarenakan ada covid-19," ungkap Sekretaris Umum KONI Sumsel, Ir Suparman Romans kepada Sripoku.com, Jumat (20/8/2021). 

KONI Sumsel menyampaikan agar kabupaten/kota yang akan mengirimkan kontingen bahwa mutasi atlet ini wajib memenuhi persyaratan prosedur mekanisme mutasi. 

"Ada syarat administrasi, ada juga teknisnya berupa kompensasi. Sebagai contoh apabila satu atlet dari daerah A ke daerah B maka proses ataupun mekanisme prosedur dari mutasi itu harus memenuhi syarat-syarat," kata Suparman. 

Syarat pertama, harus ada pelepasan secara resmi dari daerah asal ke daerah yang dituju dengan dilampirkan surat permohonan yang akan dituju kepada daerah asal. 

Baca juga: KONI Sumsel Minta Atlet-Pelatih Pelatda Sabar, HZ Ungkap Penyebab Keterlambatan Pencairan Dana

"Kemudian ada bukti ganti rugi, kompensasi untuk mengganti biaya pembinaan oleh daerah asal. Ini akan mendapat legalisir, legalisasi  KONI masing-masing. Baik yang melepas maupun yang menerima. Sehingga pada saat atlet turun ke lapangan untuk bertanding, tidak lagi kisruh sengketa atlet," kata Parman. 

Mantan Ketua Umum KONI Kota Palembang menyatakan pihaknya segera mengatur, menyusun regulasi ini dalam minggu ini. 

Sehingga terhitung pada tanggal 23 Agustus proses mutasi atlet ini sudah bisa di lakukan seluruh kabupaten/kota. Dan kabupaten/kota batas melakukan mutasi per tanggal 30 September 2021.

Sehingga pada hari H Porprov kita tinggal konsentrasi di pertandingan. Tidak ada lagi urusan-urusan masalah administrasi, kelengkapan, data yang jadi persoalan. Kita hindari itu," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved