Berita OKI
Biar Malamnya Terang, Setiap Hari Warga di Desa di Sumsel Ini Patungan Rp10 Ribu, Sungguh Terisolir!
Masyarakat Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir masih mengandalkan pasokan listrik dari mesin diesel.
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Wilayah Sumsel ternyata belum sepenuhnya teraliri listrik.
Salah satunya desa di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang kini masih belum juga dialiri listrik meskipun Indonesia sudah merdeka.
Masyarakat Desa Sungai Ceper Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir masih mengandalkan pasokan listrik dari mesin diesel.
Abdullah seorang warga desa mengatakan, penggunaan listrik desa menurutnya sudah dirasakan oleh warga selama puluhan tahun lamanya.
"Kami yang bermukim di Sungai Ceper laut dengan total ada sekitar 200 rumah masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang dikelola oleh masyarakat," jelasnya kepada Tribunsumsel.com, Minggu (8/8/2021) siang.
Kehadiran listrik dengan mengandalkan mesin, diketahui telah lama dirasakan oleh masyarakat selama bertahun-tahun.
Dengan menggunakan listrik swadaya, warga desa bisa menikmati listrik dari pukul 19.00 hingga pukul 06.00 Wib (menyala sekitar 11 jam).
"Disini ada 3 mesin diesel yang dipakai, dimana rata-rata setiap mesinnya mampu mengaliri listrik ke 50-70 rumah. Masing-masing mesin juga kekuatan berbeda yaitu ada yang menyala 6 jam, 10 jam dan 11 jam," katanya.
"Setiap rumah yang menyambung aliran listrik dimintai biaya Rp 10.000 jadi kalau sebulan saya harus menyisihkan uang Rp 300.000 untuk pemilik mesin," terang penduduk asli.
Lama nyala listrik ini, menurutnya mengalami perubahan apabila ada musibah orang yang meninggal, pesta ataupun bila ada perayaan hari-hari besar.
"Seperti pas hari raya Idul Fitri kemarin. Listriknya menyala selama 24 jam nonstop dan jika ada pesta juga mesin akan dihidupkan lebih lama," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kaharno selaku Kepala Desa Sungai Ceper. Ia menyatakan bahwa desa yang dipimpinnya tersebut terbagi menjadi dua wilayah.
"Sebenarnya untuk Sungai Ceper bagian darat yang jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer dari Sungai Ceper Laut sudah masuk aliran listrik PLN," jelas Kades.
Dirinya sangat menyayangkan wilayah yang sudah berdiri sejak tahun 1894 lalu, belum juga memiliki aliran listrik.
"Sudah ratusan tahun warga disini belum bisa menikmati aliran listrik seperti halnya desa lainnya, padahal kami sudah beberapa kali mengajukan ke pemerintah namun hingga kini belum juga terealisasi," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/desa-sungai-ceper-bagian-laut-kecamatan-sungai-menang.jpg)