Pertanian
Ciri-ciri Tanaman Karet Terserang Penyakit Jamur Akar Putih & Bidang Sadap Kanker Garis, Awas Merugi
Terbentuk buah lebih awal pada tanaman muda yang seharusnya belum cukup waktunya berbuah dan bertajuk tipis.
Penulis: Rizka Pratiwi Utami | Editor: Rizka Pratiwi Utami
SRIPOKU.COM - Pohon karet para pertama kali hanya tumbuh di Amerika Selatan.
Setelah percobaan berkali-kali yang dilakukan oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini banyak dikembangkan.
Sekarang Asia merupakan sumber karet alami.
Tanaman karet (Hevea Brasiliensis) adalah tanaman tahunan yang merupakan salah satu komoditi unggulan tanaman perkebunan.
Lebih dari setengah karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa juta ton karet alami masih diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer.
Pengembangan perkebunan karet memberikan peranan penting bagi perekonomian nasional yaitu sebagai sumber devisa, bahan baku industri dan juga berperan dalam pelestarian lingkungan hidup.
Gangguan pada tanaman karet dapat disebabkan oleh gangguan hama penyakit, gulma atau gangguan fisik dan kimia.
Hadirnya organisme pengganggu tamanan ini tentu berbahaya bagi tamanan.
Produksi tamanan bisa menjadi kecil dan membuat petani merugi.
Beikut ini Sripoku.com akan menyajikan ciri-ciri tanaman karet yang terserang penyakit.
1. Penyakit Jamur Akar Putih
Gejala Serangan yaitu mati mendadak seperti tersiram air panas pada musim hujan.
Terbentuk buah lebih awal pada tanaman muda yang seharusnya belum cukup waktunya berbuah dan bertajuk tipis.
Daun berwarna hijau gelap kusam dan keriput, permukaan daun menelungkup.
Apabila perakaran dibuka maka pada permukaan akar terdapat benangbenang berwarna putih kekuningan menempel dan pipih menyerupai akar rambut yang menempel kuat dan sulit dilepas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/petani-karet-di-oki.jpg)