Juz Amma

Keutamaan Juz Amma Surat Al-Infitar Cocok Dibaca Saat Sholat Isya, Lengkap 19 Ayat dan Terjemahannya

Al-Infitar termasuk salah satu surat pendek yang terdapat dalam Alquran dan biasanya sering disebut dengan Juz Amma, berikut bacaan selengkapnya.

Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Tria Agustina
Surat Al-Infitar 

SRIPOKU.COM - Berikut ini keutamaan Juz Amma surat Al-Infitarlengkap tulisan Arab, latin, arti dan keutamaannya.

Surat dalam kitab suci Alquran yang termasuk juz'amma atau juz 30 salah satunya yakni surat Al Infitar.

Surah Al-Infitar merupakan surah ke-82 dalam Alquran.

Surah Al-Infitar terdiri atas 19 ayat, termasuk golongan surah Makkiyah karena diturunkan di Mekkah.

Surat Al Infitar diturunkan setelah surah An-Nazi'at.

Surat Al Infithaar yang dijadikan nama untuk surat ini adalah kata asal dari kata Infatharat (terbelah) yang terdapat pada ayat pertama.

Berikut ini Bacaan Surat Al Infitar Lengkap Bahasa Arab, Tulisan Latin dan Arti serta Keutamaan Surah Al-Infitar.

Baca juga: Keutamaan Juz Amma surat Al-Buruj Acapkali Dibaca Nabi Saat Sholat Isya, Lengkap 22 Ayat & Artinya

Keutamaan Surat Al Infitar

Berikut ini keutamaan surat Al Infitar menurut Ustaz Firanda Andirja dilansir melalui kanal YouTube Firanda Andirja.

Surat Al Infitar bercerita tentang dahsyatnya hari kiamat sebagaimana dalam hadis,

kata Nabi Shalallahu'alaiwassalam barangsiapa yang suka untuk melihat hari kiamat seakan-akan dia melihat dengan matanya, maka bacalah surat At-Takwir, surat Al Infitar, dan surat AL Insyiqaq.

Surat Al Infitar berbeda dengan surat At Takwir.

Adapun dalam surat At Takwir yang terdiri dari 12 ayat, 6 ayat pertama menceritakan tentang sebelum ditiupkan sangkakala.

Dan 6 ayat berikutnya bercerita tentang setelah ditiupkan sangkakala.

Adapun dalam surat Al Infitar hanya menyebutkan tentang dahsyatnya hari kiamat, itu setelah ditiupkan sangkakala.

Tujuannya adalah untuk mencela orang-orang kafir, yang mereka kafir kepada Allah padahal telah diberikan kenikmatan yang banyak oleh Allah Subhanahuwata'ala.

Adapun keutamaan surat Al Infitar datang dalam sebagian hadis Muah bin Jabal radiyallahu anhu,

kebiasaan beliau kalau sudah sholat Isya' bersama Nabi Shalallahu'alaihiwassalam, beliau pulang ke kampungnya kemudian mengimami sholat lagi.

Jadi, sholat sunnah bagi dia, tetapi bagi makmumnya adalah sholat wajib.

Dia sholat bersama Nabi Shalallahu'alaiwassalam menjadi makmum setelah itu dia pulang ke kampungnya sholat Isya'.

Tetapi, dia membaca terlalu lama dan membaca surat Al Baqarah.

Sehingga orang-orang di belakang beliau gelisah.

Sampai ada salah seorang dari mereka karena kelamaan akhirnya dia menyelesaikan sendiri.

Jadi Muah masih berdiri, dia rukuk, selesaikan sendiri hingga salam.

Sahabat ini karena dia ada keperluan, dia tidak bertahan sampai selesai, dia melanjutkan sendiri.

Tatkala kabar ini sampai kepada Muah, Muah berkata itu orang munafik.

Akhirnya perkataan Muah yang mengatakan munafik ini sampai kepada sahabat tersebut.

Maka sahabat tersebut pun yang menyelesaikan sendiri dan melapor kepada Nabi Shalallahu'alaiwassalam tentang perkataan Muah.

Maka Muah bin Jabal pun dipanggil oleh Nabi Shalallahu'alaihiwassalam, Nabi berkata ya Muah apakah kau ingin menjadi pembuat fitnah wahai Muah, jangan sholat lama-lama bacanya.

Kalau kamu sholat sendiri tidak apa-apa, kalau kamu jadi imam jangan merepotkan orang yang di belakang.

Kata Nabi, di belakang engkau ada orang sakit, ada orang lemah, kemudian ada juga orang yang punya keperluan.

Maka, kata Nabi Shalallahu'alaiwassalam kalau kau jadi imam bacalah surat Asy Syams kemudian baca Al'ala, kemudian baca Al Alaq, kemudian surat Al Lail.

Dalam riwayat yang lain kata Nabi Shalallahu'alaihiwassalam, bacalah surat Al Infitar.

Inilah yang disebut oleh para ulama surat-surat mufashal yang tengah-tengah cocok dibaca tatkala sholat Isya.

Surat Al Infitar

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Bismillahirrahmanirrahim
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

اِذَا السَّمَاۤءُ انْفَطَرَتْۙ

iżas-samā`unfaṭarat

1. Apabila langit terbelah,

وَاِذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْۙ

wa iżal-kawākibuntaṡarat

2. dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan,

وَاِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْۙ

wa iżal-biḥāru fujjirat

3. dan apabila lautan dijadikan meluap,

وَاِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتْۙ

wa iżal-qubụru bu'ṡirat

4. dan apabila kuburan-kuburan dibongkar,

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَاَخَّرَتْۗ

'alimat nafsum mā qaddamat wa akhkharat

5. (maka) setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikan(nya).

يٰٓاَيُّهَا الْاِنْسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيْمِۙ

yā ayyuhal-insānu mā garraka birabbikal-karīm

6. Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia,

الَّذِيْ خَلَقَكَ فَسَوّٰىكَ فَعَدَلَكَۙ

allażī khalaqaka fa sawwāka fa 'adalak

7. yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang,

فِيْٓ اَيِّ صُوْرَةٍ مَّا شَاۤءَ رَكَّبَكَۗ

fī ayyi ṣụratim mā syā`a rakkabak

8. dalam bentuk apa saja yang dikehendaki, Dia menyusun tubuhmu.

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُوْنَ بِالدِّيْنِۙ

kallā bal tukażżibụna bid-dīn

9. Sekali-kali jangan begitu! Bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.

وَاِنَّ عَلَيْكُمْ لَحٰفِظِيْنَۙ

wa inna 'alaikum laḥāfiẓīn

10. Dan sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu),

كِرَامًا كَاتِبِيْنَۙ

kirāmang kātibīn

11. yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (amal perbuatanmu),

يَعْلَمُوْنَ مَا تَفْعَلُوْنَ

ya'lamụna mā taf'alụn

12. mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.

اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ

innal-abrāra lafī na'īm

13. Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,

• Bacaan Surat Az Zalzalah (Juz Amma) 8 Ayat Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

وَّاِنَّ الْفُجَّارَ لَفِيْ جَحِيْمٍ

wa innal-fujjāra lafī jaḥīm

14. dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ الدِّيْنِ

yaṣlaunahā yaumad-dīn

15. Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَاۤىِٕبِيْنَۗ

wa mā hum 'an-hā bigā`ibīn

16. Dan mereka tidak mungkin keluar dari neraka itu.

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۙ

wa mā adrāka mā yaumud-dīn

17. Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

ثُمَّ مَآ اَدْرٰىكَ مَا يَوْمُ الدِّيْنِۗ

ṡumma mā adrāka mā yaumud-dīn

18. Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۗوَالْاَمْرُ يَوْمَىِٕذٍ لِّلّٰهِ

yauma lā tamliku nafsul linafsin syai`ā, wal-amru yauma`iżil lillāh

19. (Yaitu) pada hari (ketika) seseorang sama sekali tidak berdaya (menolong) orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved