Faktor Penyebab Palembang Masih PPKM Level 4, Begini Penjelasan Dinas Kesehatan Kota Palembang

Dinkes Kota Palembang menjelaskan penyebab Kota Palembang menerapkan PPKM Level 4. Diantaranya adalah karena masih tingginya BOR

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Azwir Ahmad
Tribunsumsel.com/Arif
Ilustrasi: Ruang Emergency RS Siloam Sriwijaya Palembang yang dipermak menjadi Ruang ICU khusus pasien terpapar Covid-19. 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan Kota Palembang menjelaskan kondisi perkembangan kasus COVID-19 di Palembang, dan mengapa Palembang masih menerapkan PPKM Level 4.

Juru Bicara Dinas Kesehatan, Yudhi Setiawan mengatakan, masih tingginya Bed Occupancy Rate (BOR) menjadi salah satu alasan yang membuat Palembang masuk PPKM Level 4. 

Saat ini BOR berada di angka 84,31% target harusnya di bawah 60%. "Ini tidak aman dan nyaris penuh harus waspada bila tidak diantisipasi. BOR kota Palembang tinggi karena banyak kasus covid-19 yang berasal dari luar Palembang tapi di rawat di RS dalam kota Palembang, " kata Yudhi, Selasa (3/8/2021). 

Yudhi mengatakan, di Palembang ada 18 RS khusus penanganan Covid-19 yang menjadi rujukan daerah. Persoalan keterbatasan sarana dan prasarana penanangan COVID-19 yang menjadi alasan banyaknya pasien yang dirawat di Palembang. 

"daerah juga harus menambah kapasitas tempat tidur mereka, tapi terkadang permasalahannya bukan hanya tempat tidur, tetapi beberapa peralatan yang jumlah kurang di RS daerah, sehingga mereka harus merujuk pasien covid-19 ke Palembang dan mayoritas pasien gejala berat, " Katanya 

Dijelaskan Yudhi, penetapan PPKM Level 4 memiliki sejumlah indikator, pertama dilihat dulu tingkat risiko yakni insiden kasus per 100.000 penduduk dalam satu Minggu terakhir kalau nilainya di atas 150 / 100.000 penduduk masuk Tingkat 4. 

Kedua, Rawat inap dilihat jumlah yang di rawat karena covid19 jika diangka di atas 30 orang perminggu maka masuk tingkat 4. 

Ketiga, dilihat angka kematian, jika di atas 5 kematian per 100.000 Penduduk per Minggu maka masuk tingkat 4

"Untuk tingkat risiko ini dilihat tingkat mana yang tertinggi karena ada batas TK.1, TK.2, TK. 3, TK. 4. Untuk kasus yang dirawat minggu ini per 2 Agustus kemarin terdata 114 pasien, artinya melebihi dari batas ditentukan, " Ujarnya. 

Data terakhir per 1 Agustus nilai positivity rate kota Palembang yakni 31,98% (40.481/126.581). Palembang di targetkan untuk jumlah orang dites per hari yakni 3.681 namun Palembang baru mencapai 500 tes perhari. 

"Sampai saat ini baru mampu 500 tes, ini keterbatasan soal alat tes juga. Semakin banyak alatnya maka makin cepat kita untuk deteksi kasus COVID-19, " Katanya. (Yak) 

 

 
 

 
 

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved