Olimpiade Tokyo 2020

Hadapi Wakil Israel di Olimpiade Tokyo 2020, 2 Atlet Judo Ini Kompak Pilih Mundur

Pejudo asal Sudan, Mohammed Abdalrasool dan Aljazair, Fethi Nourine kompak memutuskan untuk mundur dari Olimpiade Tokyo 2020 karena berhadapan dengan

Tayang:
Editor: RM. Resha A.U
olympics.com
Logo Olimpiade Tokyo 2020 

SRIPOKU.COM - Pejudo asal Sudan, Mohammed Abdalrasool dan Aljazair, Fethi Nourine kompak memutuskan untuk mundur dari Olimpiade Tokyo 2020 karena berhadapan dengan pejudo Israel.

Cabang olahraga (Cabor) Judo di Olimpiade Tokyo 2020 menarik perhatian.

Pasalnya, 2 atlet Judo dari beda negara kompak mundur.

Alasannya sama, yakni berhadapan dengan atlet Israel.

Atlet judo asal Sudan, Mohamed Abdalrasool memilih mundur sebelum berhadapan dengan atlet Judo asal Israel, Tohar Butbul pada babak 32 besar kelas 72 Kg putra.

Belum ada pernyataan resmi dari Abdalrasool maupun perwakilan kontingen Sudan terkait insiden ini.

Abdalrasool menjadi atlet kedua yang menyerah di Olimpiade Tokyo 2020 sebelum berjumpa dengan Tohar Butbul.

Sebelumnya, satu judoka asal Aljazair yakni Fethi Nourine sudah mengambil keputusan serupa terlebih dahulu.

Fethi Nourine sendiri sudah memberikan pernyataan resminya kepada TV Aljazair.

Amar Benikhef, pelatih Nourine mengatakan bahwa alasan anak didiknya mundur karena dukungan politiknya terhadap perjuangan Palestina yang membuatnya ogah bertanding melawan Butbul.

Baca juga: Arif Dwi Pangestu, Pemanah Termuda Wakil Indonesia yang Akhirnya Tersingkir di Olimpiade Tokyo 2020

“Kami tidak beruntung dengan hasil drawing. Kami memiliki saingan Israel dan itulah mengapa kami harus mundur,” ujar Amar Benikhef dilansir SportFEAT.com dari Antara.

Lebih lanjut, Amar mengaku bahwa muridnya tak menyesal mundur dari turnamen multievent terbesar di dunia itu.

“Kami telah membuat keputusan yang tepat," sambung Amar.

Di sisi lain, Federasi Judo Internasional (IJF) memberikan hukuman kepada Nourine dan pelatihanya atas insiden ini.

IJF menjelaskan bahwa aksi mereka bertentangan dengan filosofi organisasi Judo tersebut.

"IJF memiliki kebijakan non-diskriminasi yang ketat, mempromosikan solidaritas sebagai prinsip utama, diperkuat oleh nilai-nilai judo," kata IJF dalam pernyataannya.

Lebih jauh, ini bukan pertama kali Nourine mengundurkan diri ketika harus berjumpa dengan lawan dari Israel.

Hal serupa juga dilakukan atlet Aljazair itu di Kejuaraan Dunia 2019 di Tokyo dengan alasan yang sama.

Konflik antara Israel-Palestina kembali memanas tahun ini di Yerusalem yang menimbulkan bentrokan di lintas perbatasan.

Tak cuma Aljazair dan Sudan, negara lain seperti Iran dan Mesir juga menolak untuk bersaing dengan wakil Israel di event-event olahraga lainnya.

Artikel ini telah tayang di SporFeat.

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved