Berita Palembang

Sumsel Butuh 13 Juta Vaksin untuk Kekebalan Komunal, 85 Persen Orang Meninggal Dunia Belum Divaksin

Hingga saat ini capaian vaksinasi di Bumi Sriwijaya masih sangat minim yakni sekitar 1,6 juta dosis vaksin alokasi dengan realisasi sekitar 1,5 juta

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Welly Hadinata
sripoku.com/jati
Gubernur Sumsel H Herman Deru 

Laporan wartawan Sripoku.com, Odi Aria

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Gubernur Sumsel, Herman Deru terus meminta tambahan vaksin Covid-19 ke pemerintah pusat.

Hingga saat ini capaian vaksinasi di Bumi Sriwijaya masih sangat minim yakni sekitar 1,6 juta dosis vaksin alokasi dengan realisasi sekitar 1,5 juta dosis.

Capaian vaksin yang masih minim, dikhawatirkan Herman Deru dapat membuat herd immunity (kekebalan komunal) di Bumi Sriwijaya akan molor dari target di awal tahun 2022.

"Kapan berakhirnya Pandemi ini, kalau alokasi vaksin yang kita terima masih minim," katanya,  Minggu (25/7/2021).

Dijelaskannya,  setiap bulannya Sumsel hanya menerima sekitar 360.000 dosis vaksin dari pemerintah pusat. Padahal,  jika ingin menciptakan kekebalan komunal dibutuhkan alokasi tambahan sekitar 13 juta vaksin untuk dua kali penyuntikan.

Melihat target vaksinasi yang ada, seharusnya 433 faskes yang ada di Sumsel harusnya dapat menyuntik sekitar 145 orang per hari. Namun,  karena alokasi yang terbatas Sumsel hanya mampu melaksanakan penyuntikan sekitar 55 orang perhari.

"Berdasarkan data yang ada 85 persen orang yang meninggal dunia adalah mereka yang belum vaksin. Maka itu kita minta alokasi vaksin dari pusat secepatnya," jelas Deru. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Lesty Nurainy menambahkan untuk sisa dosis vaksin sudah hampir tidak ada lagi di semua kabupaten/kota. Kalaupun ada hanya sisa sedikit untuk dosis kedua dalam waktu dekat. 

Menurutnya, lambatnya alokasi vaksin tidak hanya terjadi di Sumsel. Beberapa provinsi lain juga merasakan lambatnya pengiriman vaksin ke daerah. Untuk itu pihaknya saat ini hanya bisa menunggu pengiriman lanjutan.

"Bukan hanya Sumsel, semua daerah juga alami keterlambatan. Kita maklum juga, pusat sudah berupaya tetapi jumlah vaksin memang terbatas sampai saat ini," ungkap Lesty.

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved