Olimpiade Tokyo 2020

Profil Windy Cantika, Lifter Putri Persembahkan Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020

Kontingen Indonesia berhasil mendulang medali pertama di Olimpiade Tokyo 2020, melalui cabang olahraga angkat besi, Sabtu (24/7/2021) dari lifter Wind

Tayang:
Editor: RM. Resha A.U
TribunNewsmaker.com Kolase/ Instagram @windycantika11/Tim Indonesia SEA Games 2019
Lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, Lifter Muda Indonesia, Windy Cantika Tempati Urutan ke Enam 

Ia telah bertanding pada Sabtu (24/7/2021) pukul 11.05 WIB dan mendulang satu medali perunggu.

Sebagai atlet muda potensial, beban berat untuk mampu membawa pulang medali guna membanggakan nama Indonesia di ajang bergengsi skala internasional tersebut, harus dipikul oleh putri dari pasangan Asep dan Siti Aisah, warga Kampung Babakan Cianjur, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.

Masyarakat Indonesia juga berharap Cantika mampu dapat mengikuti bahkan melebihi prestasi yang telah ditorehkan oleh lifter senior Tanah Air seperti Eko Yuli dan lifter yang juga berasal dari Kabupaten Bandung, yaitu Sri Wahyuni.

Sebagai atlet, sosok Windy Cantika Aisah grafik prestasi yang ditorehkannya di berbagai ajang cukup mentereng.

Dalam kurun waktu tiga tahun sejak memulai kariernya sebagai atlet profesional pada tahun 2017, Cantika mampu berpartisipasi dalam ajang sekelas olimpiade.

Berdasarkan catatan yang berhasil dihimpun TribunJabar.id, prestasi Cantika sendiri dimulai saat berhasil meraih gelar juara dan medali emas pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Semarang 2017.

Kemudian, ia pun berhasil mempersembahkan medali emas bagi Kabupaten Bandung di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2018, di Kabupaten Bogor.

Cantika hanya belum pernah tampil membela nama Provinsi Jawa Barat di ajang multieven nasional, karena Pekan Olahraga (PON) Papua 2020, tertunda akibat pandemi Covid-19 hingga Oktober 2021 nanti.

Meski demikian, ia mampu membuktikan diri berprestasi di berbagai ajang internasional, seperti medali emas di Asian Games Jakarta 2018, SEA Games Filipina tahun 2019, dan terakhir membawa pulang medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi Junior 2021 di Tashkent, Uzbekistan bulan Mei lalu.

Salah seorang pelatih atlet angkat besi Kabupaten Bandung dan PPLP Jawa Barat, yang selama ini menjadi mentorn Cantika, Dewi Nuranis mengatakan, prestasi mentereng Cantika, tidak diperoleh dengan proses mudah.

Meskipun terlahir dari seorang ibu yang juga merupakan lifter berprestasi, namun butuh upaya kerja keras ekstra dan semangat juang pantang menyerah yang telah dilakukan Cantika selama ini.

"Cantika itu menjadi atlet dan masuk ke PPLP Jawa Barat itu sekitar tahun 2015 kelas 7 atau 1 SMP, saat itu usianya baru sebelas. Sebelum masuk PPLP Jabar, karena melihat bakat dan potensinya, dia itu sejak kecil memang sudah dilatih teknik dasar oleh ibunya yang juga seorang lifter asal Kabupaten Bandung, mulai dari sebatang kayu, baru di PPLP Jabar kami drill dengan peralatan sebenarnya, dan terus meningkat beban angkatannya seiring bertambahnya usia dia," ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Hari Ini, LINK Live Streaming Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2021, Siaran Langsung di Indosiar dan TVRI

Di mata Dewi, Cantika merupakan atlet remaja yang memiliki karakter berbeda dengan atlet lain seusianya.

Selain sikap disiplin, Cantika pun selalu merasa kurang dengan kemampuan yang dimilikinya.

Sehingga pada waktu-waktu tertentu, Cantika kerap menambah porsi latihan dari program yang telah diberikan pelatih kepadanya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved