'Paman Saya Diusir dari Dusun Bulu Silape Toba, Diseret dan Dipukuli warga, Karena Positif Covid-19'
Bukannya mendapatkan simpati atau bantuan, Pria di Toba Sumut dikeroyok warga dan diperlakukan tidak manusiawi.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Bak jatuh tertimpa tangga, Kejadian mengenaskan dialami warga di Dusun Bulu Silape Kabupaten Toba Sumatera Utara yang terinfeksi Covid-19.
Bukannya mendapatkan simpati atau bantuan, Pria di Toba Sumut dikeroyok warga dan diperlakukan tidak manusiawi.
Dalam video yang kemudian viral selama 37 detik yang diposting oleh Jhosua Lubis, Sabtu (24/7/2021) dan kini menjadi viral di instagram mengatakan, dia sedih dan tidak terima melihat nasib pamannya.
Sebab, sang paman yang belakangan diketahui bernama Salamat Sianipar (45) itu dalam kondisi demam dan positif Covid-19, tetepi justru diikat, diseret dan dipukuli warga, saat melakukan isolasi mandiri di sebuah gubuk tak jauh dari rumahnya, atas anjuran dokter di salah satu klinik tak jauh dari kampung mereka.
Dalam tayangan video itu tampak, seorang pria hanya pasrah dengan tangan diikat, kemudian diseret menggunakan tali tambang.
Tanpa belas kasihan, beberapa warga menggunakan kayu memukul dan mendorong tubuh Salamat hingga beberapa kali tersungkur beberapa kali.
Tak sampai disitu saja, bahkan tampak beberapa pria menggunakan kayu menekan tubuh korban ke tanah dan kemudian hendak menggotongnya dengan kayu, diperlakukan tidak manusiawi.
Dikatakan Jhosua dalam tulisannya, Warga sekitar bersikap arogan dan menolak pria yang tampak dalam sebuah video viral di sosial media, di mana pria itu merupakan pamannya, Salamat Sianipar, tampak pasrah diikat dan diseret kemudian dipukuli.
"Awalnya Tulang (paman) saya terkena Covid-19, dokter menyuruh isolasi mandiri di rumah, tetapi masyarakat tidak terima, akhir dia dijauhkan dari kampung Bulu Silape."
"Dia kembali lagi ke rumahnya, tetapi masyarakat tidak terimaa. Malah masyarakat mengikat dan memukuli dia. Seperti hewan dan tidak ada rasa manusiawi," tulis Jhosua.
Kronologi Dan Fakta-Fakta
1. Isolasi Digubuk Kecil Karena Ditolak Warga
Diungkapkan sepupu korban, Anderson Raegen Silaen, awalnya korban mengalami flu pada 21 Juli 2021, lalu dia memeriksakan diri di klinik tak jauh dari rumahnya dan dinyatakan positif Covid-19.
"Dia sejak beberapa hari memang mengalami kondisi tidak enak badan dan hasil pemeriksaan dinyatakan positif itu sudah melalui tes Antigen," ujar Anderson, Sabtu (24/7).
Rencananya, Salamat akan menjalani isolasi mandiri di rumahnya, namun ditolak warga dan perangkat desa sekitar, sehingga keluarga memutuskan agar Salamat isolasi mandiri di sebuah gubuk kecil yang cukup jauh dari rumah penduduk.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pria-di-toba-dipukuli-dan-keroyok-warga-karena-positif-covid-19-saat-isolasi-mandiri-di-rumah.jpg)