Breaking News:

Berita Palembang

Penataan Kawasan Kumuh di Palembang Kelurahan 3-4 Ulu Salah Satu Target, Program Kawasan Tanpa Kumuh

Program Kotaku memperbaiki infrastruktur yang ada, ini meliputi banyak hal untuk mengatasi aspek-aspek kawasan kumuh. 

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/rahmaliyah
Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda (kiri), saat mendatangi lokasi pengerjaan Kotaku di kawasan Kelurahan 3-4 Ulu, SU I Palembang, Senin (19/7/2021)  

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah 

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Tahun ini, proses penataan kawasan kumuh di Palembang dalam tahap pengerjaan.

Salah satu lokasi yang menjadi titik pengerjaan, yakni di sepanjang aliran Sungai Musi dan Anak Sungai di kawasan Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. 

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda, mengatakan penataan kawasan kumuh di Palembang dikemas dalam progam Kawasan Tanpa Kumuh (Kotaku) dari Kementerian PU.

Di Palembang, pembangunan ini ada beberapa kawasan di 18 kecamatan dan 107 kelurahan.  

"Salah satunya di 3-4 Ulu yang tahun ini sedang dikerjakan mudah-mudahan segera selesai di tahun 2021," Jelasnya.

Simpang Sungki Palembang Yang Semrawut dan Kumuh

 Seperti diketahui, Palembang memiliki kawasan kumuh mencapai 1.163, 2 Hektar (Ha) yang tersebar di 53 titik.

Pengerjaan Kotaku sebagai upaya penurunan angka kawasan kumuh di kota Palembang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan sarana dan prasarana infastruktur, mulai jalan lingkungan, sanitasi dan lainnya. 

Dalam pembangunannya, Kotaku memperbaiki infrastruktur yang ada, ini meliputi banyak hal untuk mengatasi aspek-aspek kawasan kumuh. 

"Harapannya jika ini selesai dapat dimanfaatkan warga dengan segera guna menunjang kesejahteraan masyarakat," Ujarnya

Sebelumnya, Dinas Pera KP Palembang, Afan Prapanca Mahali, menambahkan bahwa penataan kawasan kumuh di Palembang ada yang dari pusat, provinsi, dan pemkot Palembang sendiri. 

"Penanganan kumuh ini perlu secara menyeluruh dan pembangunannya juga, sekarang bukan hanya sebatas perbaikan infrastruktur jalan tapi sampai ke aspek penyebab kumuh, baik itu sanitasi, akses air bersih, dan lainnya," ujarnya.

37 Tahun Tanpa Perawatan, Begini Kondisi Rumah Susun Radial, Rapuh Kumuh dan Memprihatinkan

Untuk pengurangan kumuh seperti Kotaku, kewenangan pusat jika luasan di atas 15 Hektare, provinsi 10 hektare sampai 15 Hektare dan kota/kabupaten 10 hektare. 

"Banyak program untuk mengurangi kumuh ini, baik dari pusat, provinsi daerah," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved