37 Tahun Tanpa Perawatan, Begini Kondisi Rumah Susun Radial, Rapuh Kumuh dan Memprihatinkan

Rumah susun di kawasan Radial, Kelurahan 24 Ilir dan 26 Ilir Palembang kondisinya memprihatinkan, terihat rapuh kumuh dan mengkahwatirkan

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Azwir Ahmad
sripoku.com/rahmalia
Sripo/rahma Rusun - Peninjauan lokasi rusun di kawasan 24 Ilir oleh Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Selasa (20/4/2021) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Kondisi rumah susun di kawasan Radial, Kelurahan 24 Ilir dan 26 Ilir Palembang semakin memprihatinkan. Wacana perbaikan/revitalisasi kawasan padat penduduk itu tak kunjung terealisasi. 

Dibangun sejak tahun 1984 hingga kini belum ada perbaikan sama sekali. Artinya, 37 tahun sudah rumah susun yang dihuni ribuan KK tersebut tidak mendapatkan perawatan. Kondisinya pun sudah terlihat rapuh sehingga dikhawatirkan bisa saja roboh kapan pun. 

Wacana untuk revitalisasi kawasan ini sebenarnya, sudah muncul sejak beberapa tahun lalu tapi tak kunjung terealisasi. 

Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda mengungkapkan, pihak Perumnas masih belum memperbaiki rusun yang kondisi bangunannya sudah sangat memprihatinkan. Apalagi, kebersihan lingkungan rusun juga semakin memperparah kondisi kumuh disana. 

"Mulai dari fisiknya sendiri bangunan fisiknya sendiri sudah sangat rapuh dan perlu segera kita perbaiki dan juga mengenai masalah kebersihan lingkungan karena ini memang masih menjadi murni tanggung jawab dari Perumnas makanya kita hadirkan hari ini rapat untuk kita tanyakan bagaimana rencana Perumnas ke depan karena terus terang rumah susun ini kan berada di posisi pusat kota di wilayah kota Palembang ini menjadi muka wilayah kota Palembang," ujarnya, saat mengunjungi rumah susun Blok 19 di 24 Ilir,  Selasa (20/4/2021). 

Padahal, mayoritas penghuni rusun adalah warga kota Palembang. Dimana lebih dari 3.000 penghuni yang mendiami 53 blok rumah susun

"Seperti yang kita lihat tidak ada perbaikan sama sekali dari awal dari Pihak Perumnas. Saya berencana untuk menanyakan perbaikan rusun ini ke Perumnas Pusat. Sebab kondisinya sudah sangat memprihatinkan," katanya. 

Fitri meminta Perumnas untuk dapat segera melaporkan perihal masalah ini. Dengan harapan agar ada tindak lanjut kedepan sehingga kawasan ini betul-betul lebih rapi dan lebih enak lah sehingga masyarakat yang tinggal di sini nanti lebih nyaman. 

Sementara itu, Perumnas berdalih bahwa pihaknya baru penugasan pimpinan baru sehingga baru akan mengumpulkan data.

"Baru nanti akan koordinasi dengan kantor pusat dan pusat akan memberi instruksi dan rencana apa kedepannya," kata Project Manager Sumsel Perumahan Landed Perumnas, Wawan ikhsan.

Wawan mengatakan, revitalisasi ini dalam bentuk fisik bangunan, lingkungan, rusun akan dibangun dan ubah bentuk menjadi lebih bagus lagi. Sebelumnya pun, sudah ada pengumpulan fotocopy sertifikat rumah dimana dinyatakan pemilih rumah bersedia dilakukan revitalisasi. 

"Sempat vakum 5-6 tahun lalu karena pergantian direksi. Saat revitalisasi nanti pemilik rumah ini sementara akan difasilitasi uang sewa untuk selama 1-2 tahun," katanya. 

Perumnas berdalih jika tidak adanya perbaikan selama ini pihaknya tidak tahu pasti karena baru dipindahtugaskan. Selain itu, kebijakan dan pendanaan sempat terfokus pada pembangunan rusun di Jakabaring pada 2018.

"Untuk rusun ini anggaran belum ada. Belum tahu realisasinya kapan," katanya

Ditambahkan, Camat Bukit Kecil, Purba mengatakan pihak Perum Perumnas diakuinya telah melaksanakan pengumpulan sertifikat HGB berdasarkan informasi. 

Revitalisasi ini penting guna mendukung program Pemkot restorasi sungai sekanak dari jeramba karang sampai ke simpang lima DPRD Provinsi Sumsel. 

"Sudah berulang kali dapat teguran terkait pengelolaan lingkungan di rusun, tapi tidak bisa serta merta dikelola Pemkot karena bukan aset pemkot. Kondisi terkini tangga dilapisi kayu, atap sdh terbuka khususnya di lantai 4 tidak ada lagi penghuni," katanya. (Yak)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved