Breaking News:

'Obat Covid-19 bukan kotoran sapi Tapi Sains' AKTIVIS INDIA Dipenjara, Ini Nasibnya Pasca PBB Marah

Tapi, wartawan lokal yang ditangkap pada saat yang sama, Kishorechandra Wangkhem, tetap berada di balik jeruji besi.

Editor: Hendra Kusuma
HO/SRIPOKU.COM/KOMPAS.COM/Sosmed
Penduduk India ramai-ramai mandi kotoran sapi ketika lonjakan Covid-19 di India 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Pernyataannya bahwa Obat Covid-19 bukan kotoran sapi Tapi Sains, membuat aktivis di Indonesia djibeloskan ke panjara dalam waktu lama selama masa pendemi Covid-19.

Sang aktivis, Erendro Leichombam (40 tahun) bersama seorang jurnalis langsung ditahan, setelah unggahan bawa kotoran sapi dan urine sapi bisa sembuhkan Covid-19.

Keduanya ditahan karena dianggap sudah melecehkan dan menghina sentimen agama.

Sebab di India sapi disakralkan di India, terutama bagi umat yang beragama hindu. Maka itu tak ada yang membantah ketika seorang politisi mendukung penggunaan kotoran sapi dan urinenya untuk menyembuhkan Covid-19.

Namun ada sebuah moment menyedihkan keika seroang politisi dari egara bagian Manipur dari Partai Bharatiya Janata (BJP), partai nasionalis Hindu pimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi.

Maka itu, Modi memang termasuk yang mendukung penggunaan itu, sehingga ketika muncul statment tentang kotoran sapi bukan Obat Covid-19, maka pemerintah India langsung bereaksi.

"Obat Covid-19 bukanlah kotoran sapi dan urine sapi. Obatnya adalah sains dan akal sehat," tulis Leichombam di Facebook.

Tak lama setelah itu, Erendro Leichombam (40 tahun) ditangkap dan ditahan atas tuduhan menghina agama.

Bahkan nasibnya makin tak menentu ketika dia kemudian dinyatakan bersalah dan harus menjalani hidup di penjara, karena atas penghasutan di bawah Undang-Undang (UU) Keamanan Nasional (NSA) yang kontroversial, di mana terdakwa dapat dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun.

Hukuman satu tahun bukan hukuman yang ringan, terhitung lama dipenjara, meski begitu Erendro Leichombam tetap menjalaninya.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved