Ajakan Tertawakan Moeldoko

Ada Ajakan Tertawakan Moeldoko Posternya Beredar Sebagai 'Ketum Demokrat' Ucapkan Selamat Idul Adha

Munculnya sejumlah poster ucapan selamat Hari Raya Idul Adha dari Moeldoko setelah menghilang dari ranah publikasi.

Tayang:
Editor: Salman Rasyidin
Twitter/warta kota
Poster ucapan selamat Idul Adha bergambar Moeldoko yang tersebar di sosial media 

SRIPOKU.COM—Munculnya sejumlah poster ucapan selamat Hari Raya Idul Adha dari Moeldoko setelah menghilang dari ranah publikasi.

Bahkan ada kelompok yang mengajak masyarakat menertawakan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang.

Dilansir  WARTAKOTALIVE.COM tidak terkecuali sejumlah politisi Partai Demokrat meradang dengan beredarnya poster ucapan selamat Hari Raya Idul Adha dari Moeldoko.

Pasalnya, dalam poster tersebut, tertulis Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Mengenakan seragam partai Demokrat, Moeldoko bersandingan dengan Jhoni Alien Marbun yang disebut sebagai Sekjen Partai Demokrat.

Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidiq merespon poster tersebut dengan mengajak masyarakat untuk menertawakannya.

Rachland bahkan menyebut, keberadaan poster tersebut membuktikan bahwa Kepala KSP Moeldoko tidak memiliki etika lantaran Kemenkumham sendiri telah mengakui bahwa Partai Demokrat besutan Agus Harimurti Yudhoyono adalah yang sah di mata hukum.

"Kita maafkan hari ini. Besok kita tertawakan lagi. Selamanya kita tak akan lupakan, Kepala Staf Presiden @Jokowi ini: tuna etika dan tebal sekali kulit mukanya. Ia bagian dari penyebab, kenapa Istana di masa Presiden Jokowi tak dipandang dengan segan, apalagi hormat." tulis Rachland di Twitter, Selasa (20/7/2021).

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersama pendukungnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021) siang.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono bersama pendukungnya mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021) siang. (TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT)

Sementara itu, politisi Demokrat lainnya, Yan Harahap menyebutkan bahwa Moeldoko seolah tidak punya rasa malu dan telah 'melecehkan' Kemenkumham.

"Soal ‘rasa malu’ harus kita akui, anak buah Pak @jokowi ini kelihatannya memang sudah tak punya. Keputusan MenkumHAM pun ia ‘lecehkan’."

Yan Harahap menyebut, apa yang dilakukan Moeldoko selama ini telah menjadi contoh buruk bagi generasi bangsa.

"Ia sepertinya merasa lebih terhormat menjadi seorang ‘begal’ daripada menjadi KSP yang baik. Contoh buruk bagi generasi bangsa," ungkapnya

Kubu Moeldoko gugat Kemenkumham

Seperti diketahui, kubu Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menggugat Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, atas hasil KLB Partai Demokrat Deli Serdang.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani menyebut hal tersebut sebagai wujud nyata gila kekuasaan.

"Gugatan hukum Kepala Staf Presiden Moeldoko yang mengatasnamakan Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB abal-abal ke Pengadilan Tata Usaha Negara terhadap keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoli."

"Adalah wujud nyata gila kekuasaan," kata Kamhar kepada wartawan, Senin (28/6/2021).

Kamhar menilai langkah tersebut mempertontonkan bentuk insubordinasi atas keputusan pemerintah yang telah diambil secara sah berdasarkan undang-undang, untuk menolak hasil KLB.

Serta, tetap mengakui hasil Kongres V Jakarta 2020 yang sebelumnya telah disahkan pemerintah.

Di sisi lain, Kamhar menilai perbuatan Moeldoko tersebut tercela dan memalukan.

Dia berpendapat, sebagai mantan Panglima TNI, sepak terjangnya justru menunjukkan KSP Moeldoko adalah pribadi yang defisit nilai-nilai kesatria dan keperwiraan.

"Publik mencatat berbagai sandiwara dan kebohongan KSP Moeldoko."

"Katanya hanya ngopi-ngopi, ternyata aktif konsolidasi dan tanpa malu-malu hadir pada kegiatan KLB abal-abal yang tak punya legal standing."

"Sekali lagi memalukan," tuturnya.

Kamhar mengira Moeldoko akan menyadari kesalahannya setelah penolakan Menkumham pada akhir Maret lalu.

Namun, menurutnya langkah gugatan yang dilakukan KSP Moeldoko saat ini menunjukkan ia tak punya etika dan moralitas sebagai negarawan.

"Sungguh tak pantas dan tak layak atas jabatan yang kini diembannya."

"Kami menghormati bahwa menunjuk kepala staf presiden adalah hak prerogatif presiden."

"Namun kami memastikan bahwa Moeldoko bukanlah pribadi yang pantas dan tepat untuk itu," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Beredar Poster 'Ketum Demokrat' Moeldoko Ucapkan Selamat Idul Adha, Rachland Sebut Tuna Etika, https://wartakota.tribunnews.com/2021/07/20/beredar-poster-ketum-demokrat-moeldoko-ucapkan-selamat-idul-adha-rachland-sebut-tuna-etika?page=all

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved