Breaking News:

KONI Sumsel

Atlet Pelatda Terpusat Libur Sehari, KONI Sumsel Minta Prioritas Pencairan Dana Kebutuhan Atlet

Menurut Parman, paling tidak pengaturan sesi untuk pencairan Pelatda ini tidak mengikuti seperti pencairan KONI Sumsel karena kebutuhan di lapangan ti

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: RM. Resha A.U
HUMAS KONI SUMSEL
Atlet Dayung Sumsel menjalani latihan fisik Pelatda PON XX di Wisma Atlet JSC Palembang. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ketua Tim Pelatda Terpusat Sumsel PON XX, Ir Suparman Romans menegaskan hanya memberikan libur sehari bagi atlet pelatih yang menjalani Pelatda Terpusat PON XX di Wisma Atlet JSC Palembang pada saat Hari Raya Idul Adha, Selasa (20/7/2021). 

"Kita tetap latihan di JSC. Yang pulang ke rumah diwajibkan untuk tetap latihan karena kita tidak ingin performanya turun. Sehari saja tidak latihan itu bisa mempengaruhi. Jadi mereka libur aktif artinya latihan mandiri di rumah. Barangkali besok pas hari lebaran saja mereka free latihan," tegas Suparman Romans saat diwawancarai Sripoku.com, Senin (19/7/2021). 

Sementara itu, sebanyak 102 atlet dan 48 pelatih menjalani Pelatda Terpusat disiapkan memperkuat kontingen Sumsel yang akan diberangkatkan ke PON XX 2-15 Oktober 2021 mendatang. 

"Dari panitia tetap konsen untuk melayani atlet dan pelatih. Memang kita sambil berjalan tetap berupaya terutama masalah dana. Karena kesulitan anggaran Pelatda mengikuti pola pencairan Dispora dengan sistem triwulan. Sementara kebutuhan bukan ikut triwulan. Ini mendesak. Kita akan coba koordinasi lagi dengan Dispora," kata mantan Ketum KONI Kota Palembang. 

Menurut Parman, paling tidak pengaturan sesi untuk pencairan Pelatda ini tidak mengikuti seperti pencairan KONI Sumsel karena kebutuhan di lapangan tidak bisa diprediksi.

Baca juga: Anggaran Sangat Minim, KONI Sumsel Pangkas Setengah Lebih Personel Kontingen PON Papua

Perlu ada dana taktis yang harus keluar di dalam RKH itu mungkin tidak tercover. 

"Uang saku mereka ini mengikuti pola pengaturan triwulan tahap pertama tahap. Kalau bisa kebutuhan yang berkaitan atlet agar diberikan pelayanan yang khusus. Dikelola Tim Pelatda yang bisa dikelola secara teknis," jelas Parman yang juga menjabat Sekum KONI Sumsel

Suparman yang juga menjabat Stafsus Walikota Palembang Bidang Generasi Muda mencontohkan 
misal di satu cabor perlu beli peralatan.

Sementara di pencairan dana itu masuk di pencairan 3.

Sementara ini masuk triwulan kedua.

Sehingga agar bisa ditarik lebih awal ke triwulan dua saat ini. 

"Begitu juga anggaran try out, try in, kita harapkan juga masuk agenda pra kompetisi. Sementara anggaran kita belum cair. Karena mengikuti sistem pencairan triwulan tadi yang ditentukan Dispora. Tetap kita lakukan komunikasi agar dipercepat khusus untuk kepentingan Pelatda," kata mantan Sekretaris DPW Partai NasDem Sumsel itu.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved