Keluh Kesah Pelatih Persib Rene Alberts Terhadap Sepakbola Indonesia, Saya Bingung Mau Ngomong Apa
Mengenai kondisi yang tidak menentu ini, Robert Rene Alberts yang merupakan pelatih Persib Bandung menyampaikan keluh kesahnya.
SRIPOKU.COM - Dunia sepakbola Indonesia masih dilanda ketidakpastian akankah kembali digelar di tahun ini atau tidak.
Pasalnya, kebijakan PPKM Darurat yang diusung pemerintah Indonesia untuk menekan angka penularan Covid-19 bisa saja diperpanjang.
Jika ini diperpanjang, tidak menutup kemungkinan seluruh kasta sepakbola Indonesia kembali ditunda.
Rencana semula, PPKM Darurat akan berakhir pada 20 Juli 2021 ini.
Mengenai kondisi yang tidak menentu ini, Robert Rene Alberts yang merupakan pelatih Persib Bandung menyampaikan keluh kesahnya.
Ia merasa sedikit iri akan pesepakbolaan internasional yang tetap bisa digelar meski secara global pandemi Covid-19 belum berakhir.
Euro 2020 bahkan sudah memperbolehkan penonton datang ke stadiun meski tidak memenuhi stadion.
Copa America 2021 juga sudah digelar, dimana partai finalnya dihadiri sejumlah penonton karena sudah diberi izin untuk datang.
Sementara kompetisi Liga Indonesia nanti, Alberts mengatakan penonton tidak diperbolehkan datang dan seluruh yang terlibat sudah divaksinasi Covid-19.
• PSSI Sumsel: Gelaran Liga 3 2021 Tunggu Arahan dari Pusat
Sehingga, menurutnya, kompetisi tetap aman diselenggarakan walau dalam situasi lonjakan kasus Covid-19.
"Jadi dimana-mana sudah mulai digelar," kata Alberts mengungkapkan.
"Tim-tim di Eropa juga sudah mulai agenda pramusim mereka untuk melakukan persiapan. Jadi, ketika pemain maupun staf pelatih seperti saya mendengar itu (liga ditunda), hal tersebut sangat menurunkan moral kami saat ini," ujarnya lagi.
Terkait kondisi yang serba tidak pasti ini, pelatih asal Belanda itu sudah kehabisan kata-kata untuk mengomentari situasi sepak bola Indonesia.
Perpanjangan masa PPKM Darurat diyakini akan menurunkan moral para pemain dan staf tim berjulukan Maung Bandung.
"Ini tidak mudah untuk menjelaskan kepada pemain lagi, bukan hanya untuk pemain tapi pada staf atau orang-orang yang terlibat dengan tim. Ini menurunkan moral kami dan membuat kami murung," kata Alberts kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).