Breaking News:

Virus Corona di Palembang

Dilarang Gelar Resepsi Pernikahan, Calon Pengantin di Palembang Kebingungan, Undangan Sudah Disebar

"Ya ini sesuai dari instruksi mendagri maka untuk resepsi pernikahan dilarang digelar sementara waktu," kata Sekda Palembang, Ratu Dewa

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi Palembang Zona Merah Covid-19 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

SRIPOKU. COM, PALEMBANG - Pemerintah Kota Palembang melarang warga menggelar acara resepsi pernikahan.

Kebijakan Pengetatan PPKM Mikro ini diambil menyusul melonjaknya angka kasus covid-19.

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Walikota nomor 27/SE/Dinkes/2021 sebagai perubahan dari SE 25/Dinkes/2021 tentang perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro dan mengoptimalkan posko penanganan dan pengendalian penyebaran COVID-19 di tingkat Kelurahan.

Kabag Hukum Pemerintah Kota Palembang, Alan Gunery SSTP SH mengatakan surat edaran yang dikeluarkan ini Menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20 tahun 2021 tentang perubahan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 17 tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro.

Dimana dalam poin perubahan yang dilakukan pada surat edaran sebelumnya yakni tempat ibadah (masjid, mushola, gereja pura, Vihara dan klenteng serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjemaah selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah kemudian resepsi pernikahan.

Kemudian, poin perubahan berikutnya adalah soal resepsi pernikahan yang ikut ditiadakan sementara.

"Ya ini sesuai dari Instruksi mendagri maka untuk resepsi pernikahan dilarang digelar sementara waktu," ujarnya, Kamis (15/7/2021).

Dikatakannya, surat edaran ini mulai berlaku sejak ditandatangani sampai dengan tanggal 20 Juli 2021 serta dapat diperpanjang sesuai dengan perkembangan penanganan covid-19 di Palembang.

Sementara itu, Kgs Dedi perwakilan dari F8 Management salah satu wedding organizer di Palembang mengaku banyak keluarga calon pengantin yang kebingungan sementara undangan telah terlanjur disebar.

Terhitung pada 11 Juli lalu ada 2 klien yang terpaksa ditunda dan di 18 Juli dua klien yang juga bernasib sama.

"Tapi ada yang tetap minta akad saja ada yang mundur bulan depan. Untuk pengantin di 25 Juli klien kami masih harap-harap cemas karena belum tahu apakah pengetatan PPKM ini diperpanjang atau tidak," jelasnya.

Dedi mengatakan, tak sedikit keluarga calon pengantin yang dihandel WO-nya kewalahan harus mencari gedung pengganti.

Sementara itu lokasi gedung semula dan berganti tanggal resepsi pernikahan sudah terisi oleh calon pengantin lain.

"Ada yang minta Agustus nanti namun kendalanya Pemberlakuan PPKM ini mendadak sekali jadi keluarga tak bisa cari alternatif tanggal/bulan lainnya karena sudah ada yang isi dan itu tak bisa dibatalkan juga," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved