Breaking News:

Berita Palembang

Curi Tabung Gas Milik Pedagang Pempek, 2 Sekawan Ini Keok Ditembak, Coba Kabur dari Kepungan Petugas

AY (23) dan IY (16) warga Kelurahan 9 Ilir Kecamatan IB I Palembang diamankan tidak jauh dari kediamannya. Namun saat akan ditangkap keduanya mencoba

Editor: Welly Hadinata
Sripoku.com/Andi Wijaya
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi didampingi Kanit Ranmor Iptu Irsan Ismail dan Kasubnit Opsnal Ranmor Iptu Jhoni palapa, saat mengringkus pelaku pencurian tabung gas 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Empat dari dua pelaku pencurian tabung gas di Lorong Gedeng Pembayuran, Kecamatan IT III Palembang berhasil diamankan anggota Opsnal Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang, Selasa (13/7/2021) sekitar pukul 21.00. 

Pelakunya yakni AY (23) dan IY (16) warga Kelurahan 9 Ilir Kecamatan IB I Palembang diamankan tidak jauh dari kediamannya.

Namun saat akan ditangkap keduanya mencoba kabur, sehingga diberikan tindakan tegas. 

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tri Wahyudi menuturkan, bahwa tertangkapnya kedua pelaku atas laporan korban Henrik (37) yang sering kehilangan tabung gas. 

"Para pelaku ini sudah sangat meresahkan, dari keterangan para pelakunya ke anggota kita sudah tiga kali melakukan aksinya," ungkapnya, Kamis (15/7/2021). 

Kejadian tersebut berawal pada 7 Juli 2021 sekitar pukul 03.30, dikediaman korban. Kedua pelaku bersama dua temannya yang DPO masuk ke dalam dapur rumah korban yang merupakan pedagang pempek dengan cara merusak kunci engsel pintu belakang rumah. 

Setelah itu mengambil tabung gas elpiji sebanyak total delapan buah  tabung gas elpiji yang berada di dapur untuk memasak pempek. 

"Akibat kejadian itu, dari keterangan  korban ke kita dia mengalami kerugian Rp1,2 juta. Sedangkan barang bukti yang berhasil kita amankan yakni satu buah tabung gas elpiji, satu unit buah flashdisk yang berisi rekaman CCTV petunjuk perbuatan pencurian para pelaku, satu helai baju keduanya saat melakukan aksi dan satu buah topi," tutupnya.

Sedangkan, kedua tersangka mengaku nekat melakukan aksi pencurian ini lantaran tak mempunyai pekerjaan.

"Terpaksa pak kami mencuri karena tidak ada pekerjaan. Nantinya uang hasil penjualan barang curian ini untuk memenuhi kebutuhan sehari hari," ungkap keduanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved