Bunga Kemuning Lambang Kebaikan, Jadi Nilai Budaya Keraton Yogyakarta
Asal anda tahu, bunga kemuning saat ini sudah jarang ditemukan. Dia salah satu tumbuhan yang langka. Padahal bunga ini sangat terkenal pada masanya
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Anda boleh jadi tahu dan pernah mendengar bunga kemuning bukan?
Asal anda tahu, bunga kemuning saat ini sudah jarang ditemukan.
Dia sudah menjadi salah satu tumbuhan yang langka akhir-akhir ini.
Padahal bunga ini sangat terkenal di masanya.
Bunga ini biasanya dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena keindahannya.
Tidak hanya keindahannya, bagian batang bunga kemuning sering digunakan untuk bahan kerajinan tangan.
Daun bunga kemuning yang lebat juga dimanfaatkan sebagai perindang jalan.
Bunga dengan nama latin Muraya Paniculata ini ternyata memiliki nilai budaya untuk masyarakat Yogyakarta, lo.
Khususnya daerah Keraton Yogyakarta.
Seperti apa nilai budaya yang dimaksud? Yuk! Kita cari tahu.
Lambang Kesucian
Walaupun langka, bunga kemuning masih dapat ditemukan di lingkungan Keraton Yogyakarta.
Masyarakat Yogyakarta pun masih sering menggunakannya sebagai salah satu komponen untuk upacara-upacara adat.
Ternyata, bunga kemuning memiliki makna dan filosofi yang baik.
Kemuning, menjadi lambang kebaikan dan kesucian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kemuningjpg.jpg)