Berita OKI

Agen Bus di Kayuagung OKI Masih Berangkat, Ini Syarat Penumpang Bepergian Saat PPKM

Berkurangnya penumpang akibat virus, berdampak pada agen-agen bus, namun penumpang masih bisa naik dari agen bus yang ada di luar terminal.

Editor: RM. Resha A.U
TRIBUNSUMSEL.COM/NANDO
Beberapa bus AKAP yang baru saya mengambil penumpang di Agen Celikah, Kecamatan Kayuagung. Bersiap memasuki ruas jalan tol Kayuagung menuju Lampung, Sabtu (10/7/2021) sore. 

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG -- Pandemi virus corona atau covid-19 masih terus berlangsung di Indonesia, membuat pemerintah secara masif mengimbau agar masyarakat tidak bepergian dan tetap di rumah. 

Dengan demikian sudah dapat dipastikan berdampak menurunnya aktivitas transportasi, salah satunya bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).

Ditambah lagi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang telah diberlakukan terutama daerah Jawa dan Bali. 

Berkurangnya penumpang akibat virus, berdampak pada agen-agen bus.

Namun penumpang masih bisa naik dari agen bus yang ada di luar terminal.

Hal tersebut disampaikan Anang Haidir pemilik agen tiket bus di Simpang Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Minggu (11/7/2021) pagi.

"Meskipun penumpang diwajibkan menaati protokol kesehatan secara ketat serta membawa dokumen kesehatan, Alhamdulillahnya seluruh PO bus masih diperbolehkan beroperasi sampai sekarang," jelasnya.

Ia menyampaikan, seminggu terakhir jumlah penumpang memang tidak terlalu banyak.

Dimana dalam sehari hanya ada 3 - 6 penumpang yang berangkat dari tempatnya.

Baca juga: PPKM Mikro di Palembang, Polres OKI Pasang Penyekatan di Exit Tol Celikah, Ini Syarat Jika Mau Lewat

Dikarenakan himbauan pemerintah untuk tidak mudik dan tetap di rumah nampaknya membuat masyarakat memikirkan kembali keinginannya untuk keluar kota atau Provinsi.

"Bisa jadi masyarakat memilih menunda dulu berpergian lantaran sulitnya persyaratan seperti harus membawa sertifikat sudah divaksin (minimal dosis pertama) dan juga menunjukkan RT-PCR dalam rentang 2x24 jam sebelum perjalanan atau rapid test antigen 1x24 jam sebelum perjalanan," 

"Apalagi tujuan mereka ke daerah Jawa dan Bali yang sekarang diterapkan PPKM darurat," kata dia.

Terpisah saat dikonfirmasi, Bambang pemilik usaha agen bus AKAP Lorena juga mengatakan kalau pembelian tiket bus di agen masih bisa dilakukan.

Hanya saja sedikit penumpangnya.

"Tetap bisa beli di agen, hanya saja saat-saat seperti sekarang sepi penumpangnya, kemarin hanya dua orang yang naik dari sini," terang Bambang.

Sedangkan untuk tarif tiket terdapat penyesuaian selama pemberlakuan PPKM Darurat.

"Iya ada sedikit kenaikan harga khususnya tujuan pulau Jawa. Untuk masing-masing tujuan rata-rata naik 20 persen," tutupnya. (Nando/TS)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved