Sungai Rupit-Rawas di Muratara Kembali Keruh, Sempat Jernih Pasca Penertiban Tambang Emas Ilegal

Diduga tambang ilegal kembali aktif, sehingga Sungai Rupit dan Sungai Rawas yang sempat terlihat jernih pasca operasi penertiban terlihat keruh lagi

Editor: Azwir Ahmad
ho/sripoku.com
Tribun Sumsel / Rahmat Aizullah Kondisi Sungai Rupit di Kabupaten Musi Rawas Utara yang sebelumnya sempat agak jernih kini keruh lagi, Sabtu (10/7/2021). 

SRIPOKU.COM, MURATARA - Kondisi Sungai Rupit dan Sungai Rawas di Kabupaten Musi Rawas Utara atau Muratara yang sempat terlihat jernih pasca penertiban tambang emas ilegal beberapa har lalu, kini terpantau keruh kembali.

Keruhnya kembali air sungai ini diduga karena aktivitas penambangan emas ilegal di hulu sungai kembali beroperasi.

"Kemarin mulai agak jernih, tidak pekat nian. Nah hari ini keruh lagi, mungkin masih ada yang dompeng (tambang ilegal,Red)," kata Didi, warga Kecamatan Rupit, Sabtu (10/7/2021).

Sementara itu Kabid Penegakan Perda Satpol PP Muratara, M Said mengungkapkan ada sekitar 135 titik tambang emas ilegal di perairan Sungai Tiku di Kecamatan Karang Jaya.

Dari 135 titik itu, sebagiannya sudah tidak beroperasi lagi, dan kini tersisa sekira 70-an titik yang masih aktif.

Sedangkan penertiban yang dilakukan tim gabungan pada Kamis (8/7/2021) lalu baru ditertibkan 10 titik dengan cara dibakar.

"Kita terkendala alat transportasi menuju ke sana (lokasi tambang emas), karena belum ada akses darat, kita lewat sungai," kata M Said.

Dikatakan Said, upaya sosialisasi kepada masyarakat tentang Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2017 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup daerah Kabupaten Musi Rawas Utara akan terus dilakukan.

M Said membenarkan aktivitas tambang emas ilegal itu memang merupakan salah satu penyebab sungai keruh.

"Itu salah satunya. Sebab lain misalnya pada saat sungai dangkal dan deras maka tanah yang ada di dasar sungai akan terangkat ke atas sehingga sungai juga akan keruh," katanya.

Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto mengatakan kedepannya akan terus melakukan sosialisasi dan penindakan persuasif terhadap aktivitas tambang emas ilegal tersebut.

"Kami bersama-sama dari Polri, pemerintah daerah, TNI akan terus melakukan monitoring. Tambang ilegal ini banyak mudaratnya, karena bikin lingkungan rusak dan masyarakat lain terganggu," katanya.

Bupati Muratara : Bila Tambang Emas Ilegal Marak Lagi, Kades dan Camat Harus Tanggung Jawab

Air Sungai Rupit Keruh, Warga Khawatir Anak-anak Terserang Penyakit Kulit

Dia berharap masyarakat tidak lagi melakukan penambangan liar yang mengakibatkan aliran sungai keruh dan ekosistemnya tergangganggu.

"Yang gunakan sungai ini orang banyak. Jadi ayolah sama-sama kita menjaga sungai, karena ini yang akan kita wariskan untuk generasi kita kedepan," katanya.(rahmat)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved