Berita KONI Sumsel

Sekum: KONI Sumsel Bisa Kolaps Jika Hanya Gunakan Anggara yang ada, belum lagi mau bicara prestasi

Sebab, Superman mengaku  KONI Sumsel sempat mengajukan anggaran sebesar Rp 95 miliar untuk kebutuhan KONI Provinsi Sumatera Selatan

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sekum KONI Sumsel Ir Suparman Romans 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Terkait dengan permintaan dari DPRD Sumsel dan Dispora Sumsel untuk meramping jumlah pengurus, Sekretaris Umum KONI Sumsel, Ir Suparman Romans memiliki beberapa penjelasan, termasuk soal anggaran KONI Sumsel minim.

Suparman menyatakan untuk operasional dan transport pengurus, sebenarnya pihaknya sudah memangkas dan menggunakan anggaran yang lebih minim dari kepengurusan sebelumnya.

Bahkan dia mengatakan, dengan anggaran saat ini, dan operasional serta pembinaan prestasi atlet, pihaknya sudah melakukan penghematan dengan anggaran yang cukup minim ini dibandingkan kepengurusan terdahulu.

Apalagi KONI Sumsel dituntut berpretasi di ajang PON Papua, namun dengan semua yang ada, ia pun menilai akan sulit bagi Sumsel untuk mencapai target, bahkan bisa saja kolaps.

Sebab, Superman mengaku  KONI Sumsel sempat mengajukan anggaran sebesar Rp 95 miliar untuk kebutuhan KONI Provinsi Sumatera Selatan namun dipangkas menjadi Rp 15 miliar.

"Anggaran sebesar Rp 12,5 miliar jauhlah dari cukup. Kalau anggaran di situ kepentingan PON, target PON, Porprov, pembinaan atlet, termasuk utang-utang kepada atlet, utang bonus Porwil, dana stimulan rutin bulanan bagi cabang olahraga (cabor)," ungkap Ir Suparman Romans kepada Sripoku.com kemarin.

Mantan Ketua Umum KONI Kota Palembang ini menjelaskan, jika itu sempat dipangkas menjadi Rp 12,5 miliar dari Rp 95 miliar yang diajukan. Terjadi beberapa kali revisi-revisi draft. Dari Rp 95 miliar turun menjadi Rp 55 miliar.

Turun lagi menjadi Rp 40 miliar. Nah yang muncul Rp 12,5 miliar.

"Kita minta lagi tambahan karena kalau Rp 12,5 miliar KONI jelas kolaps, tidak bisa berbuat apapun. Jangankan untuk PON, operasional Cabor saja itu masih kurang," kata Suparman yang pernah menjadi Ketua Umum Pengprov Taekwondo Indonesia Sumsel.

Sementara itu, kata Suparman yang juga Stafsus Walikota Palembang Bidang Generasi Muda, sekarang ini fokus Pelatda berjalan yang sudah dijalani. Pelatda terpusat tanggal 5 Juli 2021 mulai masuk sampai bulan jelang PON nanti.

"Kalau Porprov jelas sudah kita pangkas. Mungkin akan kita geser kalau memang tidak ada kebijakan untuk mengakomodir kebutuhan anggaran Porprov," jelasnya.

Jadi KONI Sumsel menurutnya sudah bermain di anggaran yang sudah minim, sangat tidak memungkinkan untuk bisa berbicara target prestasi.

Mantan Sekretaris DPW Partai NasDem Sumsel ini mengajak semua pihak untuk memahami apa yang dirasakan dan upaya yang telah KONI lakukan.

Makanya kami tentu sangat senang kalau Komisi V mengundang KONI.

"Mari kita brainstorming, kita saling bertukar informasi dan kami juga siap memberikan berbagai penjelasan terkait dengan penilaian bahwa proporsi anggaran tidak berimbang," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved