Breaking News:

Berita Sriwijaya FC

Soal Arahan PSSI Terkait Pemotongan Gaji Pemain, Sriwijaya FC Masih Tunggu Perkembangan

Adapun kebijakan pemotongan gaji awalnya adalah aturan dari PSSI semasa Liga 1 2020 rehat karena pandemi virus Corona.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: RM. Resha A.U
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Faisal Mursyid SH. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- PSSI melalui Sekjen Yunus Nusi menyatakan bahwa pihaknya menyerahkan pemotongan gaji dan kontrak pemain ke klub, namun Sriwijaya FC masih belum mengambil keputusan. 

Sebab, manajemen tim berjuluk Laskar Wong Kito itu masih menunggu regulasi dan kondisi klub.

"Kalau diserahkan ke klub, kita akan lihat perkembangan kondisi terakhir. Kita belum mengambil keputusan ataupun kesimpulan," ungkap Sekretaris PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) Faisal Mursyid SH ketika dikonfirmasi Sripoku.com, Jumat (2/7/2021).

Beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 diduga masih menerapkan pemotongan gaji saat ini.

Situasi pandemi COVID-19 yang belum usai dinilai menjadi alasan para klub.

Adapun kebijakan pemotongan gaji awalnya adalah aturan dari PSSI semasa Liga 1 2020 rehat karena pandemi virus Corona.

Misalnya ada SKEP48 yang mengatur angka 25 persen sebagai nilai gaji maksimal, SKEP53 yang membebaskan klub untuk menggaji di kisaran 50 persen, dan yang paling baru adalah SKEP69.

Di SKEP69 ini, klub kembali dibebaskan untuk menggaji pemain di kisaran 25 persen, sebagaimana diterbitkan PSSI pada 26 Januari lalu.

Baca juga: Respon Pelatih Sriwijaya FC Nil Maizar Ditundanya Piala Walikota Solo 2021

Tapi PSSI menegaskan bahwa kebijakan itu sudah tidak berlaku lagi.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved