Selamat Jalan Bapak Arkeolog Indonesia, Prof Dr Mundardjito
Mundardjito lulus sebagai sarjana pada tahun 1963 dengan skripsi mengambil tema penelitian di Bayat, Klaten, dan menjadi asisten dosen arkeologi di UI
SRIPOKU.COM, JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia arkeologi Indonesia.
Kita kehilangan Bapak Arkeologi Indonesia, Prof. Dr. Mundardjito.
Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 12.40 WIB di Rumas Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Prof. Mundardjito merupakan Guru Besar Purnabakti Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
Menurut Ketua Departemen Arkeologi UI, Dr. Wanny Rahardjo Wahyudi, M.Hum, Prof. Mundardjito meninggal dunia karena penyakit asma yang telah dideritanya sejak lama.
“Terakhir menurut keluarga, banyak slam yang tidak bisa dikeluarkan, karena tenggorokannya sudah lemah, makan juga sudah susah, jadi slamnya terjebak tidak bisa dikeluarkan,” ujar Wanny kepada Kompas.com, Jumat (2/7/2021).
Menurut Wanny, Prof. Mundardjito atau yang kerap disapa Pak Oti ini adalah sosok yang bisa menanamkan rasa kebanggaan dan kecintaan terhadap profesi arkeolog.
“Beliau jugakan seseorang yang sepanjang hidupnya tidak lepas dari upaya mendidik, bukan hanya di bidang arkeolog, tapi juga kebudayaan,” katanya.
Selain itu, Pak Oti juga menjadi sosok favorit yang dikagumi dan dihormati para mahasiswa, karena sikapnya yang selalu terbuka untuk berbagi ilmu dan mampu membangkitkan semangat.
Diakui Wanny, banyak momen kebersamaan yang telah dilalui dengan Pak Oti, sejak dari proses penulisan skripsi hingga selanjutnya dipercaya untuk mendampingi.
“Dulu saat menyelesaikan skripsi S1, saya sempat stres karena harus menulis sesuatu yang belum pernah ditulis orang lain.
Tapi beliau selalu mendorong dan meyakinkan saya sampai selesai.
Sejak saat itu, saya diminta menjadi asisten beliau, membantu disertasinya, dan sampai sekarang saya yang menggantikan beliau di UI,” kenangnya.
Wanny juga menuturkan, Mundardjito selalu serius menyiapkan setiap materi yang akan disampaikan di kelas.
“Dari zaman dulu, saat masih menggunakan over head projector, beliau rajin menulis sendiri setiap materi yang akan disampaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/arkeologjpg.jpg)